7 Hal yang Menyebabkan Cedera Saat Nge-gym

Nge-gym bisa memberikan hasil yang bervariasi. Ada yang ingin membentuk otot, menurunkan berat badan, bahkan menambah berat badan. Namun, jika tidak dilakukan dengan benar, nge-gym justru akan menyebabkan cedera.

Berikut ini adalah 7 hal yang jika Anda lakukan akan menyebabkan cedera pada tubuh Anda.

 

1. Melakukan terlalu banyak latihan dalam tempo yang terlalu cepat

Ketika mulai latihan, kebanyakan orang tergoda untuk melakukan segalanya dalam satu waktu. Akibatnya? Jika Anda bangun esok harinya dan tidak bisa bangun, itu artinya Anda telah melebihi batas. Cara menghindari ini, lakukan cardio selama 10-20 menit pada 3 hari pertama, lalu tambahkan waktu ketika Anda sudah mulai terbiasa. Jika Anda angkat bebas, repetisinya cukup 10-12 kali untuk satu set pada minggu pertama.

2. Berpegangan pada treadmill selama hidup Anda

Berpegangan pada treadmill memang wajar bagi pemula. Namun, jika Anda melakukannya terus menerus, ada risiko cedera pada bahu Anda. Hal ini juga akan mempengaruhi postur dan kalori yang dibakarpun tidak akan sebanyak yang seharusnya. Jika ini sudah menjadi kebiasaan, Anda bisa mencoba melepaskan tangan dari treadmill, mula-mula semenit, lalu tambahkan waktu hingga terbentuk kebiasaan baru. Jika Anda berpegangan karena tak ingin jatuh, maka kurangilah kecepatan.

3. Latihan dengan bentuk/posisi yang salah

Posisi yang salah bisa menyebabkan cedera dan membuat latihan menjadi tak maskimal. Ada banyak sekali jenis posisi yang salah saat latihan, antara lain:
– Menegangkan lutut: ketika melakukan jongkok atau menekuk lutut, biarkan lutut berada di belakang jari kaki. Mendorong lutut ke depan akan menekan sendi dan menyebabkan cedera.
– Menekuk punggung: Ketika membungkuk untuk latihan, seperti dumble rows, usahakan punggung tetap datar atau sedikit melengkung agar terhindar dari cedera.

4. Mengangkat terlalu berat

Menentukan berat yang tepat memang sulit tapi lebih baik terlalu ringan daripada terlalu berat. Mengangkat terlalu berat bisa menyebabkan otot robek, kehilangan kontrol, latihan tidak maksimal, dan akhirnya cenderung membentuk posisi yang salah seperti nomor 3.

5. Peregangan sembari memental-mentalkan otot (bouncing)

Ketika Anda memental-mentalkan otot saat peregangan (bouncing), Anda memaksa otot-otot untuk meregang di luar batas normalnya, yang dapat menyebabkan otot atau tendon menjadi tegang dan bisa mengakibatkan cedera, khususnya untuk otot yang masih dingin atau belum lentur.

6. Melakukan hal yang sama berulang-ulang

Jika Anda sudah melakukan rutinitas yang sama selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, Anda menempatkan tekanan pada otot, sendi, dan jaringan ikat yang sama. Selain menyebabkan kebosanan, tentu hal ini bisa mengakibatkan cedera. Cobalah untuk merubah rutinitas Anda.

7. Tidak melakukan pemanasan

Ketika waktu terbatas, banyak orang berpikir untuk tidak melakukan pemanasan padahal pemanasan adalah hal terpenting untuk mencegah cedera. Jika tak melakukan pemanasan, Anda rentan terhadap cedera.

 
Sumber: exercise.about.com

Berapa Banyak Air yang Anda Butuhkan Selama Olahraga?

Cara terbaik yang bisa Anda lakukan untuk tubuh Anda selama olahraga adalah menjaganya tetap terhidrasi. Hal ini selain akan membuat Anda lebih berenergi juga akan meningkatkan performa olahraga Anda. Jika tubuh kekurangan air, Anda akan mudah lelah, performa Anda menjadi buruk, dan biasanya Anda akan lebih mudah mengalami kram.

 

Panduan Mengenai Jumlah Air yang Harus Anda Minum Selama Olahraga

Masing-masing dari kita memiliki kebutuhan air yang berbeda-beda. Cara berolahraga kita berbeda, jumlah keringat kita berbeda, dan suhu serta cuaca juga sangat berpengaruh dalam hal ini. Tapi panduan berikut ini akan memudahkan Anda untuk mengira-ngira berapa jumlah air yang Anda butuhkan agar Anda tetap terhidrasi selama olahraga:

– Minum kurang lebih 500 ml air 2 sampai 3 jam sebelum olahraga
– Minum kurang lebih 250-300 ml air 10 sampai 20 menit sebelum olahraga
– Minum kurang lebih 250-300 ml air setiap kira-kira 15 menit selama olahraga
– Lanjutkan minum air setelah selesai olahraga untuk menggantikan cairan yang terbuang

 

Gejala dan Tanda Dehidrasi

Dehidrasi dapat menyebabkan sejumlah masalah selama Anda berolahraga, termasuk pusing, kelelahan, diare, mual, dan lain-lain. Hal-hal di bawah ini bisa menjadi gejala bahwa Anda terkena dehidrasi:

– Pusing
– Urin yang berwarna sangat gelap
– Ketidakmampuan untuk buang air kecil
– Mulut kering

 

Gejala dan Tanda Hiponatremia

Beberapa dari kita takut terkena dehidrasi dan akhirnya memilih untuk minum dalam jumlah banyak, yang dapat menyebabkan keracunan air. Hal ini terjadi ketika Anda kehilangan terlalu banyak garam melalui keringat, dan, meskipun Anda mengganti cairan tersebut dengan air, Anda tidak bisa mengganti kehilangan garam tersebut. Hal inilah yang disebut Hiponatremia. Meskipun jarang, hal ini bisa saja terjadi dan bisa sangat membahayakan. Gejalanya meliputi:

– Kram otot
– Mual
– Disorientasi
– Kebingungan dan bicara cadel
– Anda dapat mengobati hiponatremia dengan mengonsumsi makanan asin atau minuman kesehatan yang mengandung natrium.
Sumber: exercise.about.com

3 Kesalahan yang Anda Lakukan Saat Anda Berolahraga untuk Menurunkan Berat Badan

Beberapa dari Anda yang sedang menurunkan berat badan, akan mengambil beberapa opsi yang tersedia, entah itu melakukan diet, mengonsumsi pil diet, ataupun berolahraga. Dalam berolahraga, beberapa orang yang ingin menurunkan berat badan, cenderung melakukan hal-hal berikut:

1. Mencoba untuk menurunkan berat badan pada spot tertentu

Beberapa orang berpikir bahwa dengan berolahraga yang difokuskan pada spot tertentu seperti perut, paha, atau pinggul, dan berharap bahwa berat badan mereka akan berkurang pada spot-spot tersebut. Anda melakukan sit-up dan berharap perut akan mengencang, dan melakukan angkat kaki dan berharap kaki akan terbentuk indah. Sayangnya, tubuh tidak bekerja seperti itu karena ada sistem menyeluruh dalam tubuh. Jadi ketika Anda berfokus pada satu bagian tubuh, keseluruhan tubuh lah yang bekerja.

2. Berolahraga dengan cara yang salah

Banyak yang memilih olahraga dengan cara yang paling mudah dan paling tidak menyakitkan, tanpa mengikuti petunjuk yang benar. Hal ini tidak hanya akan membuat tubuh Anda cidera tapi juga akan membuat Anda menyiakan waktu saja. Ketika Anda melakukan olahraga dengan cara yang salah, kemungkinan Anda malah menggerakkan otot-otot yang sebenarnya bukan menjadi fokus dari olahraga. Hasilnya, Anda tidak akan mencapai hasil yang Anda inginkan.

olahraga

3. Lupa kalau Anda sudah tidak di usia 20an lagi

Ketika berusia 20an, Anda bisa berolahraga berjam-jam, bahkan mungkin setelah semalaman tak tidur. Namun, ketika Anda sudah melewati umur ini, aka nada kemungkinan terjadinya hal-hal yang tak Anda inginkan: cidera, nyeri yang berlebih, dan keinginan untuk berhenti. Jadi, pahamilah usia Anda dan cari jenis olahraga yang sesuai. Jika tidak demikian, alih-alih berat badan Anda turun, Anda malah akan sakit karena cidera.