6 Contoh Olahraga untuk Anak Anda

Jika Anda sudah mempunyai anak dan ingin mencegah terjadinya obesitas pada mereka, tentu Anda harus mulai membiasakan mereka untuk berolahraga. Berikut ini adalah beberapa jenis olahraga yang cocok dilakukan oleh anak-anak Anda.

1. Plank

Plank

Telungkupkan badan dengan sokongan pada lengan yang ditekuk. Untuk bagian bawah, gunakan jari-jari kaki untuk menyokong tubuh. Usahakan tubuh setegak mungkin. Tarik pusar ke arah tulang belakang, keraskan bagian perut dan pantat dan tahan selama 30 detik. Istirahat satu menit, kemudian ulangi langkah di atas sekali lagi. Ketika anak sudah mulai kuat, bisa ditambahkan penambahan 15 detik untuk setiap sesinya.

2. Chest Press

Chest Press

Duduk di bola stabilitas dengan kaki sedikit lebih lebar dari pinggul. Perlahan-lahan gerakkan kaki ke depan sampai bola mendukung bahu dan kepala; bahu, pinggul dan lutut harus dalam garis lurus. Pegang beban pada masing-masing tangan dengan lengan ditekuk 90 derajat. Dan perlahan-lahan angkat lengan di atas dada Anda. Buang napas dan secara bertahap angkat ke posisi awal. Lakukan hingga 8 atau 15 kali hitungan.

3. Chair Squats

Chair Squats

Berdiri sekitar 6 inci di depan kursi dengan kaki selebar bahu dan jari-jari kaki mengarah ke depan. Dengan berat pada tumit, ambil nafas dan perlahan-lahan turunkan pinggul sampai pantat berada di ujung kursi. Buang napas, luruskan kaki, dan kembali ke posisi awal. Lakukan ini 8 sampai 15 kali.

4. Bent-Knee Push-Up

Bent-Knee Push-Up

Hadap ke bawah dengan tumpuan pada lutut dan telapak tangan, dengan tangan sedikit lebih lebar dari bahu dan lutut sejajar dengan pinggul. Ketatkan bagian perut, ambil nafas, dan tekuk siku sampai 90 derajat. Buang napas, dorong, dan luruskan lengan. Ulangi 8 sampai 15 kali. Naikkan hitungan jika dirasa anak telah lebih kuat.

5. Lying Row

Lying Row

Baringkan perut pada bola stabilitas dengan kaki lurus, jari kaki menempel lantai, dan lengan menggantung di depan bola dengan dumbbell di tangan masing-masing. Angkat siku ke arah langit-langit sampai beban sejajar dengan dada. Turunkan lengan dan ulangi 8 sampai 15 kali.

6. Bicep Curls

Bicep Curls

Berdiri dengan kaki terpisah, lutut sedikit ditekuk. Tekan siku ke tubuh dan istirahatkan beban di di bagian depan paha. Pegang dumbbell di masing-masing tangan. Tarik napas, tekuk siku, dan angkat beban ke arah bahu. Buang nafas, dan perlahan-lahan kembali ke posisi awal. Lakukan ini 8 sampai 15 kali.

Sumber: www.familycircle.com

Kapan Waktu yang Tepat untuk Olahraga?

Sebenarnya tidak ada kejelasan mengenai kapan waktu paling tepat untuk berolahraga. Penelitian menunjukkan adanya manfaat yang berbeda-beda ketika kita berolahraga pada waktu yang berbeda-beda pula.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Medicine & Science in Sports & Exercise, pada tahun 2012 mengukur bagaimana wanita merespon makanan setelah berolahraga pertama kali di pagi hari. Ketika 17 peserta dengan bobot sehat serta 18 peserta obesitas berjalan cepat selama 45 menit, mereka tidak terlalu tergoda oleh foto makanan, jika dibandingkan ketika mereka tidak melakukan jalan cepat. Selain itu, aktivitas fisik mereka juga meningkat sepanjang hari setelah berjalan di pagi hari, terlepas dari berat badan. Dan manfaat tidak berhenti di situ. Selain itu, olahraga pagi akan membantu membakar kalori yang Anda simpan di malam hari ketika Anda tidur.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, banyak penelitian yang mendukung olahraga di pagi hari. Memang belum pasti, tapi hasil dari suatu penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berolahraga di pagi hari memiliki tekanan darah lebih rendah sepanjang hari dan mendapatkan tidur yang lebih baik. Tidur adalah saat perbaikan tubuh, dan tidur juga mengurangi stres, yang dapat mempengaruhi berat badan.

Meskipun begitu, olahraga pada waktu yang lain juga telah terbukti bermanfaat. Sebuah penelitian tahun 2010 yang diterbitkan dalam jurnal Chronobiology International menganalisa peran jam internal tubuh pada kinerja atletik. Para peneliti menetapkan bahwa ketika suhu lingkungan dan tubuh pada sore hari, aktivitas enzim dan fungsi otot juga meningkat sehingga Anda bisa berolahraga dengan maksimal pada pukul 2 hingga 6 sore.

Olahraga setelah bekerja juga bermanfaat. Anda mungkin akan memiliki lebih banyak energi daripada ketika Anda mencoba menyeret diri Anda keluar dari tempat tidur di pagi hari. Dan karena untuk mengeluarkan endorphin hanya dibutuhkan waktu sekitar 20 menit olahraga, Anda dapat olahraga ringan dan singkat untuk membantu tubuh bersantai setelah lelah bekerja seharian.

Walaupun banyak yang menyarankan olahraga pagi sebagai yang terbaik, tapi tak ada salahnya juga untuk mencoba olahraga di lain waktu yang menurut Anda sesuai dengan jadwal Anda.

 

 

Sumber: www.womenshealthmag.com

5 Tips Olahraga untuk Ibu yang Bekerja

Jika Anda bekerja dan mempunyai bayi, tentu Anda akan menjadi sangat repot. Dan tentu, Anda bisa jadi tak sempat berolahraga. Tapi, itu bukan alasan untuk tidak berolahraga. Berikut ini adalah tips olahraga untuk ibu yang bekerja.

 

1. Olahraga bersama anak

Olahraga bersama anak

Ini bukan hal yang mudah, memang. Anak Anda akan cerewet bertanya “Apa yang mama lakukan?” dll. Tapi olahraga dengan anak bisa menjadi sarana bonding yang baik. Anda dan anak bisa ikut kelas yoga bersama. Anda bisa lari-lari bersama anak Anda tapi tentu anak cukup mengikuti saja. Ketika Anda sedang melakukan gerakan-gerakan olahraga, anak Anda akan mencoba menirukan dan pasti tidak merasa bosan.

2. Ikuti kegiatan anak Anda

Ikuti kegiatan anak Anda

Anak Anda sangat aktif bergerak kan? Anda bisa mengikuti mereka dan itu akan cukup untuk latihan cardio. Ketika anak sedang bermain di taman, Anda bisa memanfaatkan kursi dan permainan di taman untuk melakukan push up, pull up, crunches, atau latihan mudah lainnya. Atau jika Anda tak suka ke taman, Anda bisa bermain bola dengan anak Anda di halaman belakang rumah.

3. Maksimalkan waktu istirahat saat di kantor

Maksimalkan waktu istirahat saat di kantor

Jika Anda punya waktu sejam untuk istirahat makan siang, manfaatkan setengahnya untuk berolahraga. Anda tentu tak harus sangat berkeringat. Jalan cepat sudah cukup membuat badan Anda menjadi aktif. Jika istirahat Anda lebih singkat, Anda hanya perlu 15 menit untuk berjalan di sekitaran bangunan kantor.

4. Buatlah ukuran

Buatlah ukuran

Dibutuhkan disiplin untuk menetapkan waktu olahraga. Ada hari-hari ketika Anda tak ingin melakukannya. Jadi buatlah rencana dan bagikan dengan pasangan atau teman Anda agar mereka terus mengingatkan dan memotivasi Anda. Tuliskan semua rencana Anda. Hal ini juga penting agar Anda terhindar dari melakukan hal-hal tak penting, misalnya minum kopi sebelum anak-anak bangun atau 15 menit membuka Facebook.

5. Jangan terlalu keras pada diri sendiri

Jangan terlalu keras pada diri sendiri

Disiplin memang perlu tapi jika Anda terlalu memberi tekanan pada diri sendiri untuk bisa kembali ke berat badan sebelum melahirkan, kemungkinan besar Anda malah akan gagal. Kehidupan Anda telah berubah, jadi cara berolahraga pun harus diubah. Ketika Anda sedang sibuk dan stres, letakkan kaki Anda dan bersantai. Ada saat ketika Anda benar-benar lelah dan tak merasa enak badan. Masih ada hari esok kok untuk mengurusi semua kebutuhan rumah tangga.
Sumber: www.activebeat.com

Mandi Setelah Olahraga: Apakah Perlu?

Banyak orang yang suka olahraga pada pagi hari, entah itu Pilates, yoga, fitness, atau apapun. Namun, tiba-tiba Anda menyadari bahwa Anda punya meeting pagi ini atau Anda janjian ketemuan dengan teman lama. Anda mungkin akan tergoda untuk menghemat waktu dengan tidak mandi—yah, bisa dibayangkan kan pengeringan rambut dan makeup pasti akan sangat menyita waktu. Apakah menurut Anda hal ini sangat menjijikkan atau oke-oke saja?

Kenyataannya adalah jika Anda berkeringat, sangat baik jika Anda meluangkan waktu untuk membersihkan tubuh dengan sabun dan air. Dan ini bukan hanya untuk menghilangkan bau tak sedap. Bukan bau keringatlah yang harus Anda khawatirkan tetapi kenyataan bahwa keringat yang tertinggal di tubuh akan memungkinkan bakteri untuk berkembang biak, yang dapat menyebabkan ruam dan jerawat.
Dan bukan hanya Anda akan terkena jerawat punggung dan pantat, tetapi yang lebih parah, keringat bisa membantu perkembangbiakan fungi, yang bisa menyebabkan infeksi jamur. Olahraga yang Anda lakukan mungkin juga menyebabkan mikroabrasi di kulit Anda, yang dapat memungkinkan mikroba untuk masuk ke tubuh Anda, dan menyebabkan infeksi seperti Staph yang sangat berbahaya.

Intinya, jika Anda telat saat Anda janjian meeting, Anda boleh sesekali tidak mandi setelah berolahraga. Tapi pastikan Anda memakai baju ganti yang bersih dan kering dan taburkan bedak bayi di tubuh Anda untuk menyerap sisa kelembaban pada kulit Anda. Tisu bayi juga sangat bermanfaat dalam hal ini yang bisa Anda gunakan untuk membersihkan daerah yang berbau asam.

Tapi, di lain waktu ketika Anda tak terburu-buru, usahakan untuk selalu mandi setelah olahraga pagi.

 

 

Sumber: www.womenshealthmag.com

Mengapa Anda Tak Punya Motivasi Berolahraga?

Semua orang saat ini lebih biasa menjalani kehidupan yang tidak membutuhkan banyak gerak. Sebagai misal, di kantor banyak karyawan yang duduk selama 8 jam dan hanya berdiri ketika waktu istirahat tiba. Sebenarnya, kita harus senantiasa aktif jika ingin menurunkan berat badan dan tetap sehat. Nah, tentu saja kita butuh yang namanya motivasi agar mau bergerak. Dan berikut ini adalah cara meningkatkan motivasi Anda untuk berolahraga.

1. Terima kenyataan bahwa Anda harus berolahraga

Tak ada apapun yang bisa menggantikan olahraga, entah itu diet, pil diet, operasi, atau apapun. Agar Anda mudah menjalankan olahraga, ada baiknya Anda berdamai dengan kenyataan bahwa olahraga sifatnya wajib untuk kesehatan Anda. Kabar baiknya adalah olahraga ada berbagai macam jenisnya dan Anda bisa memilih mana yang paling Anda sukai. Olahraga tidak harus berada di gym dan tidak harus lama. Intinya bergerak dan menjadi aktif.

2. Pahami gaya hidup Anda

Di masa lalu, kita mungkin punya lebih banyak alasan untuk bergerak, entah itu memotong rumput, mencuci piring dan baju dengan tangan, atau berjalan kaki ke sekolah. Masalahnya, banyak hal telah berubah sekarang ini dan sebagain besar dari kita pasti tak akan bisa jauh dari laptop, TV, smartphone, atau kendaraan bermotor. Hal-hal ini membuat kita tidak bisa aktif. Nah, untuk itu Anda perlu memahami seperti apa gaya hidup Anda dan cari celahnya untuk memanfaatkannya dengan bergerak. Misalnya, Anda bisa menghilangkan satu peralatan elektronik dari rumah seperti mesin cuci dan mulai mencuci dengan tangan. Jika hal itu tak memungkinkan, mungkin Anda puny aide lain yang lebih cemerlang?

3. Buatlah agar olahraga menjadi sesuatu yang penting untuk Anda

Bagi banyak orang olahraga adalah suatu sarana untuk mencapai suatu tujuan yang ada titik akhirnya, misalnya menurunkan berat badan atau memiliki bentuk tubuh yang lebih baik dari sebelumnya. Goal di masa depan memang bagus, tapi yang lebih penting Anda harus punya yang lebih dari goal, yaitu tujuan. Dengan kata lain, olahraga harus mempunyai nilai, meskipun goal Anda tak tercapai. Misalnya, selain untuk menurunkan berat badan, Anda bisa coba mencari tahu apa sih manfaat lain dari olahraga, seperti bisa menghilangkan stres, meningkatkan energi, dan membuat hari lebih bersemangat.

4. Temukan cara olahraga yang menurut Anda tepat

Kebanyakan orang berpikir bahwa olahraga berarti harus ke gym. Namun, itu tidak benar. Jika Anda tak suka gym, Anda bisa melakukan jenis olahraga lain, seperti lari di lapangan, misalnya. Atau Anda juga bisa bermain tenis atau basket atau sepakbola. Jika Anda suka hal-hal yang sederhana, Anda bisa jalan-jalan kecil sepanjang hari atau Anda bisa berjalan lebih jauh ketika Anda di mall. Lakukan apapun untuk bergerak dan pilih yang paling Anda sukai.

 

 

 

Sumber: exercise.about.com

Penyebab Anda Berhenti Berolahraga

Banyak dari kita yang mau memulai berolahraga. Namun, yang tersulit adalah tetap konsisten menjalaninya. Sayangnya, justru banyak dari kita yang memilih untuk berhenti olahraga dengan berbagai alasan. Berikut ini adalah beberapa alasan yang menyebabkan orang berhenti olahraga dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Berhenti olahraga karena berat badan tidak turun

Jika Anda berolahraga dengan tujuan menurunkan berat badan, tentu tidak mengherankan jika Anda berharap berat badan Anda turun. Dan mungkin goal yang ingin Anda capai sudah cukup realistis. Namun, ketika telah melewati beberapa periode, ternyata berat badan Anda tidak turun, dan Anda memutuskan untuk berhenti.

Alasan Anda Harus Lanjut:

Anda mungkin berpikir sekaranglah saatnya untuk menyerah tapi inilah saatnya Anda harus terus. Berat badan Anda mungkin tidak turun, tapi mungkin lingkar perut Anda mengecil. Itu artinya, Anda mendapatkan hasil, tapi dalam bentuk yang berbeda. Atau mungkin saja Anda selama ini menimbang dengan timbangan yang kurang akurat?

Jadi ketika Anda merasa ingin berhenti karena tujuan penurunan berat badan tak tercapai, biarkan diri Anda berolahraga sebaik mungkin dan biarkan tubuh Anda merespon dengan caranya sendiri. Mungkin memang tidak seperti perkiraan Anda, tapi tubuh akan merespon jika diberikan cukup waktu dan konsistensi. Selain itu, perhatikan pula tidur Anda, manajemen stress, serta kebiasaan makan Anda.

2. Berhenti olahraga karena berat badan malah naik

Naik berat badan ketika mulai berolahraga memang bisa jadi pemadam semangat nomor satu. Anda mungkin berpikir, untuk apa olahraga jika hanya untuk semakin menambah berat badan?

Alasan Anda Harus Lanjut:

Sekali lagi, ini bukan saatnya Anda menyerah. Anda selalu dapat mengubah apa yang Anda lakukan atau mempelajari lebih lanjut tentang apa yang diharapkan ketika Anda memulai program penurunan berat badan. Ada beberapa hal yang perlu Anda tahu mengenai pertambahan berat badan setelah berolahraga:

– Bertambahnya otot: Jika Anda mulai mengangkat beban, Anda akan memunculkan otot Anda. Jika Anda seorang wanita, hal ini tentu mengerikan. Tapi yang perlu diingat: 1) sangat sulit, bahkan untuk pria sekalipun, untuk mendapatkan otot tanpa olahraga dan latihan yang sangat keras, 2) Anda sebagai manusia membutuhkan otot untuk membantu menurunkan lemak.
– Retensi air: Hal ini juga sering terjadi di awal latihan sebagai bagian dari proses penyembuhan tubuh serta cara untuk mendapatkan glikogen (bahan bakar tubuh yang diperlukan saat latihan).
– Makan terlalu banyak kalori: Banyak yang makan lebih banyak setelah berolahraga, dan inilah yang kemungkinan menyebabkan pertambahan berat badan.

3. Berhenti olahraga karena menyakitkan

Beberapa orang merasakan sakit setelah berolahraga dan itu menjadi alasan bagi mereka untuk berhenti.

Alasan Anda Harus Lanjut:

Olahraga seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit, dan jika Anda merasakan sakit (diluar rasa nyeri dan kaku), kemungkinan Anda tidak melakukan olahraga dengan baik dan benar. Intinya, perbaikilah cara Anda berolahraga karena kesalahan olahraga inilah yang mungkin menjadi penyebab rasa sakit yang Anda derita.

4. Berhenti olahraga karena bosan

Banyak orang yang mengeluh bosan berolahraga. Mereka tidak merasakan kesenangan saat berolahraga dan ini yang dijadikan alasan untuk berhenti olahraga.

Alasan Anda Harus Lanjut:

Jika Anda selalu merasa bosan saat olahraga, Anda mungkin saja melakukannya dengan salah juga. Jika Anda melakukan hal yang sama berulang-ulang, atau melakukan hanya latihan yang tidak Anda suka, Anda akan bosan dan akhirnya berhenti. Lakukan hal-hal yang Anda sukai tapi tetap memungkinkan Anda berolahraga. Jika tak suka treadmill, Anda bisa lari di lapangan. Jika tak suka lapangan, Anda bisa nge-gym. Olahraga yang bersifat pertandingan, seperti tennis, juga bisa jadi alternatif yang baik.

 

 
Sumber: exercise.about.com

Cara Mudah Menghilangkan Bau Tak Sedap dari Sepatu Olahraga Anda

Sepatu olahraga yang telah dipakai nge-gym atau berlari-lari seharian, pasti akan menampung banyak keringat dari kaki Anda. Sebenarnya Anda tidak usah terlalu khawatir karena sekali dua kali dalam hidup, setiap orang pasti pernah mengalami sepatu yang bau. Nah, ini adalah tips untuk mengatasi sepatu olahraga Anda yang bau.

 

Ramuan Alami untuk Mengusir Bau pada Sepatu

 

1. Soda kue

Soda kue bisa menghilangkan bau dengan sangat efektif. Taburkan sedikit soda kue pada sepatu Anda dan biarkan semalaman. Keesokan harinya, Anda hanya perlu membuang soda kue dari dalam sepatu sebelum memakainya. Jika bau ini sering muncul, Anda mungkin perlu melakukan tips ini secara berulang.

2. Kulit jeruk

Salah satu cara terbaik untuk menghilangkan bau tak sedap pada sepatu Anda adalah dengan menggunakan kulit jeruk. Taruh beberapa kulit jeruk pada sepatu Anda dan biarkan semalaman. Keesokan harinya, sepatu Anda akan berbau segar jeruk.

3. Pemutih

Selain untuk memutihkan baju, pemutih pakaian punya kegunaan lain yakni mengusir bau dari sepatu Anda. Caranya, isi masing-masing sepatu dengan air panas dan tambahkan sedikit pemutih. Biarkan selama beberapa menit. Ketika air telah dingin, keluarkan dan cuci sepatu Anda. Pemutih tersebut akan membunuh bakteri sehingga menghilangkan bau sepatu Anda.

4. Cuka

Tambahkan satu cangkir cuka ke dalam masing-masing sepatu. Proses ini akan menghasilkan gelembung dan desisan. Biarkan selama 15 menit. Setelah itu buang cuka dari dalam sepatu dan bilas hingga bersih.

5. Cuka putih

Cuka putih juga dapat menetralisir bau dan menghilangkan bakteri di dalam sepatu Anda. Campurkan cuka putih dan air dalam jumlah yang sama ke dalam sebuah botol semprot kecil. Kocok dan semprotkan larutan ke dalam sepatu. Biarkan sepatu Anda kering selama beberapa menit sebelum menggunakannya. Sensasi segar ini akan bertahan hingga beberapa jam.

6. Bubuk kopi

Potong ujung kaos kaki tua Anda kemudian isi masing-masing dengan sekitar setengah cangkir bubuk kopi kemudian ikat. Letakkan di dalam sepatu Anda semalaman, dan bau tak sedap akan diserap oleh kopi tersebut.

 

 

 

Sumber: www.howtoremovethat.com

Membakar Lebih Banyak Kalori dengan Sprint Interval

Latihan sprint interval adalah jenis pelatihan interval intensitas tinggi (high intensity interval training – HIIT) yang membantu membangun ketahanan, meningkatkan ambang anaerobik Anda dan membakar lebih banyak kalori dan lemak baik selama dan setelah latihan. Untuk latihan ini, Anda melakukan pemanasan yang lebih panjang (10 menit), sebelum masuk ke dalam 4 all-out sprint. Latihan pada level 9 harus dilalui masing-masing selama 30 detik. Antara setiap sprint, Anda akan memulihkan diri dengan kecepatan yang rendah, selama sekitar 4,5 menit, memberi Anda waktu untuk bersiap ke sprint selanjutnya.

Perlu diingat bahwa all-out sprint (sprint habis-habisan) sangatlah menantang Anda benar-benar harus all out, hingga energi Anda terkuras. Waktu pemulihan akan memungkinkan Anda untuk mengisi tangki bensin, membayar ‘hutang’ oksigen, dan melakukan sprint selanjutnya. Dan untuk latihan ini, Anda tidak harus berlari di lapangan. Anda bisa melakukannya dengan mesin yang diset ke mode manual. Atau Anda bisa juga melakukannya dengan aktivitas luar ruang lainnya, seperti berjalan, berlari atau bersepeda.

Jika Anda menggunakan treadmill, Anda mungkin ingin menambahkan waktu di antara interval sprint karena butuh waktu bagi treadmill untuk memacu kecepatan kemudian melambat. Beri diri Anda waktu 10-15 detik di awal untuk meningkatkan kecepatan dan 10-15 detik di akhir untuk memperlambat. Latihan ini baik untuk mereka dari kelas intermediate dan advanced.

 

Tabel Panduan Waktu untuk Sprint Interval

Waktu Intensitas/Kecepatan Pengerahan Tenaga yang dirasakan
5 menit Pemanasan pada kecepatan sedang dan mudah 4-5
5 menit Tingkatkan kecepatan secara bertahap, kecepatan moderat nyaman 5
30 detik Larilah secepat yang Anda bisa 9
4,5 menit Kurangi kecepatan hingga menjadi kecepatan yang nyaman agar Anda bisa sepenuhnya memulihkan diri 4-5
30 detik Larilah secepat yang Anda bisa 9
4, 5 menit Kurangi kecepatan hingga menjadi kecepatan yang nyaman agar Anda bisa sepenuhnya memulihkan diri 4-5
30 detik Larilah secepat yang Anda bisa 9
4, 5 menit Kurangi kecepatan hingga menjadi kecepatan yang nyaman agar Anda bisa sepenuhnya memulihkan diri 4-5
30 detik Larilah secepat yang Anda bisa 9
4, 5 menit Pendinginan pada kecepatan yang mudah 3-4
Total : 30 Menit

 

 

Sumber: exercise.about.com

6 Cara Menghilangkan Lemak Perut

Berikut ini adalah beberapa tips olahraga yang akan membantu Anda menghilangkan lemak di perut yang mengganggu kepercayaan diri Anda.

1. Angkat beban

Beberapa orang masih yakin bahwa olahraga perut bisa menghilangkan lemak perut. Namun, penelitian membuktikan bahwa tubuh tidak bekerja dengan cara tersebut. Bukan berarti Anda memfokuskan olahraga pada perut lantas lemak perut yang akan terbakar. Justru, sebuah penelitian membuktikan bahwa perempuan yang melakukan angkat beban bisa membakar 3 kali lebih banyak lemak perut selama 16 minggu.

2. Diet dan olahraga

Orang yang gagal menghilangkan lemak perut terbagi menjadi dua bagian: orang yang diet untuk menghilangkan lemak perut dan orang yang olahraga untuk menghilangkan lemak perut. Jika Anda ingin mentargetkan lemak perut, Anda akan harus melakukan keduanya. Olahraga bisa membakar kalori dan memperbaiki metabolisme, sementara diet sehat rendah kalori semakin mengusir lemak perut menjauhi tubuh Anda.

3. Olahraga sebanyak mungkin

Tidak diragukan bahwa berapapun jumlah latihan yang Anda kerjakan akan mampu menyingkirkan lemak perut. Namun, jika Anda semakin lama melakukan olahraga, lemak perut yang dibakar juga akan semakin banyak. Dalam satu studi, peneliti mengukur lemak perut pada orang yang latihan dengan intensitas berbeda. Kelompok yang paling sering latihan (sekitar 200 menit seminggu) dan pada intensitas tertinggi (80 sampai 95% dari denyut jantung) mampu membakar lemak perut.

4. Interval training

Interval training sangat bagus untuk membakar kalori dan membangun daya tahan, serta mampu membakar lebih banyak lemak perut. Dalam sebuah penelitian, peneliti membandingkan interval training dengan olahraga steady state dan menemukan bahwa orang yang melakukan interval training membakar lebih banyak lemak perut. Ini tidak berarti bahwa Anda tidak perlu lagi melakukan olahraga steady state lho.

5. Latihan kekuatan dan cardio

Sebuah studi menegaskan hal ini dengan melakuka penelitian pada orang-orang yang melakukan melakukan tiga hari pelatihan kekuatan dan tiga hari cardio selama seminggu. Ketika membandingkan kelompok ini dengan kelompok yang hanya melakukan cardio, peneliti menemukan bahwa kelompok gabungan mampu membakar lebih banyak lemak perut dan meningkatkan jaringan otot mereka.

6. Makan biji-bijian

Biji-bijian adalah sumber serat dan terbukti membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, biji-bijian juga dapat membantu mengurangi lemak di sekitar perut. Penelitian membuktikan peserta studi yang memakan biji-bijian mampu membakar lebih banyak lemak perut daripada mereka yang tidak memakannya.

 

 
Sumber: exercise.about.com

4 Tips Fitness di Bulan Ramadan

Anda masih ingin melakukan program fitness Anda selama Ramadan? Musim kemarau ini tentu akan membuat Anda lebih cepat haus, jadi perlu ada beberapa perubahan yang Anda lakukan jika tetap ingin melakukan program fitness Anda di bulan Ramadan.

Berikut ini adalah 4 tips penting yang harus Anda terapkan selama melakukan program fitness di bulan Ramadan.

1. Sesuaikan gol fitness Anda di bulan Ramadan

Jika tujuan Anda adalah untuk menurunkan berat badan, menjadi lebih kuat, atau semata-mata ingin lebih fit secara fisik, tunda dulu perbaikan yang ingin Anda lakukan selama bulan puasa ini. Buatlah gol hanya untuk mempertahankan apa yang sudah ada. Melakukan perbaikan dalam fitness selama puasa akan membuat Anda kekurangan energi, dan sering merusak sistem kekebalan tubuh. Keduanya secara signifikan dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk berpuasa. Jadi, alih-alih terlalu banyak melakukan latihan, Anda hanya perlu menjaga apa yang sudah terbentuk.

2. Kurangi intensitas latihan Anda

Mengurangi intensitas latihan akan memungkinkan Anda untuk tetap konsisten olahraga tanpa mengambil terlalu banyak cadangan energi Anda. Jika Anda biasanya lari, ubah menjadi jalan cepat. Jika Anda biasanya latihan selama satu jam, kurangi menjadi setengah jam. Anda juga bisa mengurangi jumlah beban yang Anda angkat pada latihan angkat beban.

3. Konsisten

Dibutuhkan 80% konsistensi untuk mendapatkan dan mempertahankan bentuk tubuh idaman Anda. Lakukanlah segala sesuatu secara konsisten selama Ramadan, meskipun sedikit atau sebentar, untik mendapatkan hasil maksimal. Bangun jam 4 pagi untuk Sahur, 12-14 jam berpuasa, serta Tarawih mungkin menyita waktu olahraga Anda. Tapi meluangkan waktu 20 menit setiap harinya untuk berolahraga akan membantu mempertahankan bentuk tubuh Anda.

4. Olahraga ketika mampu

Anda memang perlu melakukan penyesuaian latihan pada bulan Ramadan. Alih-alih berolahraga ketika Anda merasa nyaman, pilihlah waktu ketika Anda memiliki paling banyak energi sehingga puasa Anda tidak akan terganggu. Jadi, artinya, mungkin Anda bisa mencoba bangun 20 menit lebih awal daripada waktu Sahur Anda biasanya dan memanfaatkannya untuk olahraga sebentar. Beberapa orang memiliki energi terbanyak pada sore hari sebelum berbuka. Perhatikan tingkat energi Anda selama beberapa hari pertama Ramadhan dan temukan waktu yang tepat untuk melakukan latihan. Waktu terbaik adalah kapanpun ketika level energi Anda memungkinkan Anda untuk mengeluarkan kalori ekstra tanpa menjadi kelelahan.

 
Sumber: www.muslimahfitness.com