Sejarah Mi: Makanan Sederhana yang Mendunia

Di Indonesia, mi telah menjadi salah satu makanan pokok yang digemari di seluruh penjuru. Namun, ternyata, makanan yang kecil panjang dan berkuah ini bukan berasal dari Indonesia. Banyak versi beredar, dan banyak negara mengklaim sebagai penemu mi, antara lain China, Arab, dan Italia.

Lantas, negara mana sih yang sebenarnya penemu mi pertama? Baca kisahnya di bawah ini.

 

Siapa Penemu Mi?

Di antara banyaknya negara yang mengklaim sebagai penemu mi, tampaknya China-lah yang menang karena telah ditemukan catatan mengenai mi yang tertulis di sebuah buku. Nah, buku itu sendiri ditulis antara tahun 25 dan 220 di Cina.

Mie telah menjadi makanan pokok di banyak bagian dunia, setidaknya selama lebih dari 2000 tahun. Namun, pada tahun 2005, ditemukan mi tertua di sebuah mangkok terbalik yang tersegel, terkubur di bawah 3 meter sedimen di Qinghai, barat laut China. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa mi panjang berawarna kuning yang berusia 4000 tahun itu terbuat dari broomcorn millet dan jawawut dan menunjukkan tingkat pengolahan makanan yang tinggi dan kecanggihan kuliner.

 

Perkembangan Mi

Sementara itu, mi kini telah berkembang menjadi beragam jenis di beragam asalnya. Dan tak peduli dari mana sebenarnya mi berasal, popularitasnya memang telah mendunia selama berabad-abad. Alasan mi sangat populer mungkin karena bahan pembuatannya yang murah, cukup mengenyangkan, sehat (jika dibuat dengan bahan alami dan aman), mudah disiapkan, bisa disajikan dingin atau panas, bisa disimpan bertahun-tahun, dan bisa diangkut dengan mudah.

Walaupun mi sendiri sebenarnya adalah karbohidrat, di kebudayaan tradisional jepang, mi dimakan bersama nasi. Begitu juga di Indonesia, dimana mi lebih sering dijadikan sebagai lauk ketimbang makanan utama. Mi pun telah disajikan dalam berbagai waktu makan, bahkan termasuk saat sarapan.

Berasal dari China, mi telah menjadi bagian yang kental dari budaya kuliner Jepang, biasanya sebagai alternatif makanan berbasis nasi. Soba, mie coklat tipis yang terbuat dari buckwheat, dan udon, mie gandum tebal, adalah mie tradisional Jepang, yang bisa disajikan panas atau dingin, dengan bumbu kedelai dashi. Mi gandum lain yang populer, yaitu Ramen, disajikan panas dalam kaldu daging.

Di Indonesia, bahkan mi instan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Bahkan variannya menjadi sangat tak terbatas, dengan berbagai rasa, baik itu mi kuah ataupun goreng.

Dan tentunya, beberapa restoran pilihan brainlisting juga menyediakan berbagai pilihan hidangan mi yang mengundang selera makan.

 

 

Sumber: www.hakubaku.com