Khasiat dan Nutrisi Cumi-Cumi

Anda suka makan cumi-cumi? Memang makanan laut ini sangat enak dan menggiurkan. Apalagi jika ditambah dengan bumbu-bumbu yang sedap dan dimasak dengan cara yang tepat. Meskipun tidak baik jika dikonsumsi berlebih, cumi-cumi juga memiliki banyak nutrisi penting, seperti berikut ini.

1. Tembaga

Cumi-cumi mengandung tembaga yang cukup yang memenuhi 90% dari kebutuhan tubuh. Tembaga sangat penting untuk menyerap, menyimpan dan membantu metabolisme zat besi serta merangsang pembentukan sel darah merah.

2. Selenium

Cumi-cumi mengandung banyak selenium yang mampu mengurangi gejala arthritis dan mengendalikan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

3. Protein

Protein yang ditemukan di cumi-cumi sangat bermanfaat bagi kesehatan fungsi tubuh manusia. Konsumsi cumi-cumi sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan kulit, otot, rambut dan kuku.

4. Vitamin B2 (riboflavin)

Cumi-cumi mengandung banyak sekali B2 (riboflavin) yang baik untuk mengurangi frekuensi dan durasi migrain. Penelitian menunjukkan bahwa suplemen riboflavin adalah obat yang baik untuk pencegahan migrain.

5. Fosfor

Sama halnya dengan ikan dan udang, cumi-cumi juga mengandung banyak fosfor yang diperlukan untuk merangsang kalsium dan membangun tulang dan gigi.

6. Vitamin B12

Sebagai sumber vitamin B12, cumi-cumi dikenal mampu menurunkan kadar homosistein dalam tubuh, yang jika tidak diturunkan dapat meningkatkan laju stroke dan serangan jantung.

7. Vitamin B3

Dengan pasokan vitamin B3-nya yang tinggi, cumi-cumi mampu membantu menstabilkan kadar gula dalam darah.

8. Seng

Cumi-cumi sangat kaya akan seng yang baik untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Bagi yang menderita defisiensi seng, bisa banyak-banyak mengkonsumsi cumi-cumi untuk mencegah serangan organisme yang merusak tubuh.

 
Sumber: www.foodofy.com

Cara Makan Seafood yang Aman dan Sehat

Seafood memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Seafood memiliki beragam pilihan, mulai dari ikan, kerang, udang, rumput laut, cumi-cumi, dan masih banyak lainnya. Kandungan protein seafood sangatlah besar, antara lain protein, asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral.

Sayangnya, beberapa orang alergi terhadap seafood. Jika Anda termasuk orang yang alergi, mungkin Anda harus menghindari makan seafood. Atau, Anda harus makan seafood yang benar-benar sangat bersih sehingga kotoran yang membuat alergi tidak ikut termakan.

Namun, memakan seafood juga tidak boleh melebihi batas, khususnya bagi ibu hamil. Hal ini dikarenakan adanya merkuri yang bisa ditemukan di badan ikan. Bukan berarti ibu hamil tidak boleh makan ikan lho ya. Kandungan omega-3 dalam ikan sangat baik untuk ibu hamil. Tapi, asupannya tetap harus dikontrol.

 

5 Panduan Makan Seafood

Jadi, supaya aman, bagi siapa saja yang ingin makan seafood, disarankan untuk mengikuti panduan makan seafood di bawah ini:

– Makan sampai 12 ons (2 porsi, masing-masing 6 ons) per minggu untuk seafood yang memiliki kandungan merkuri rendah, seperti udang, tuna kalengan atau salmon.

– Jika Anda suka tuna albacore, makanlah ikan itu sebagai satu-satunya sajian ikan dalam satu minggu. Tuna albacore memiliki kandungan merkuri lebih tinggi daripada tuna kalengan.

– Hindari makan ikan yang sangat besar seperti ikan todak (swordfish) atau king mackerel karena ikan yang lebih besar cenderung memiliki tingkat yang sangat tinggi. Ibu hamil dan anak-anak sangat disarankan untuk menghindari mengkonsumsi ikan jenis ini.

– Hati-hati dengan ikan tangkapan dari sungai atau danau. Usahakan hanya makan 6 ons ikan lokal setiap minggunya, dan jangan makan ikan lain jika Anda tengah mengkonsumsi ikan danau atau sungai.

– Ketika mempersiapkan ikan untuk dimasak, cuci bersih dan hilangkan bagian berlemak serta sisik, Hal ini membantu mengurangi polusi pada ikan. Begitu juga ketika Anda makan ikan di tempat makan, pesan ikan yang bersih. Tempat makan seafood yang direkomendasikan oleh teman dan saudara akan lebih aman bagi Anda.

 
Sumber: www.osteopathic.org