Cara Menghilangkan Kusut dari Jersey

Jika Anda merupakan penggemar bola, tentu Anda ingin memiliki jersey dari tim yang Anda dukung. Namun, bagaimana jika jersey itu kusut? Apakah harus disetrika seperti pakaian pada umumnya?
Berikut ini adalah tips menghilangkan kusut pada jersey kesayangan Anda.

1. Cuci dengan tangan atau mesin

Anda bisa mencuci jersey dengan tangan ataupun mesin. Balik dulu jersey sebelum dicuci. Jika jersey baru dicuci untuk pertama kalinya, pisahkan dari pakaian lain untuk menghindari warna jersey luntur ke pakaian lain.

2. Gunakan air dingin

Gunakanlah air dingin untuk mencuci. Jika menggunakan tangan, kuceklah dengan lembut. Jika menggunakan mesin, set pada bagian ‘cold’ dan pilih putaran yang paling pelan. Kedua cara ini akan bisa menghilangkan kotoran yang menempel pada jersey.

3. Jemur jersey yang telah dicuci

Setelah selesai dicuci, jemur jersey Anda. Jika mencuci dengan mesin, jersey akan berada dalam keadaan semi kering, dan siap untuk dijemur. Sementara ketika mencuci dengan tangan, usahakan Anda tidak memeras dengan terlalu memutar. Cukup remaskan kedua kepalan tangan pada jersey Anda.
Kibas-kibaskan jersey sebelum dijemur agar semua tekukan pada kain bisa lurus kembali. Gunakan hanger untuk menjemur jersey tersebut. Sekali lagi, Anda bisa mengibaskan atau menarik-narik jersey yang telah tergantung pada hanger untuk menghindarkan adanya tekukan. Nah, dengan cara ini, jersey akan kembali mulus tanpa kusut begitu kering.

4. Simpan jersey dengan benar

Jersey yang telah dicuci harus disimpan dengan benar untuk menghindari kusut. Pakailah hanger dan gantung dalam lemari Anda.
Sumber: www.ehow.com

Olahraga Saat Anda Sedang Haid

Jika Anda merasa bahwa terjadi fluktuasi tingkat kebugaran sepanjang siklus bulanan Anda, hal ini memang benar adanya. Hormon sangat berpengaruh terhadap tingkat energi, kekuatan, stamina, kemungkinan cedera serta bagaimana tubuh Anda merespon latihan, secara keseluruhan.

Jika Anda ingin mendapatkan hasil maksimal sepanjang bulan, berikut ini adalah tips olahraga saat Anda sedang haid.

 

Ketika Anda Sedang Haid (Hari 1 – 7)

Olahraga yang tepat: yoga, berjalan

Tidak ada alasan untuk berhenti olahraga pada saat haid. Jika Anda merasa fit, Anda bisa melakukan jadwal olahraga rutin Anda. Namun, jika Anda tidak begitu fit, Anda bisa melakukan jenis olahraga yang lebih ringan, seperti yoga dan berjalan atau bersepeda santai.

Dan ingat, perbanyak minum karena wanita dengan haid yang deras akan kehilangan lebih banyak cairan, yang dapat membuat Anda merasa pusing ketika Anda berdiri dengan cepat, seperti saat vinyasa yoga.

 

Minggu Pertama Haid (Hari 8 – 14)

Olahraga yang tepat: latihan kekuatan, high-intensity interval-training

Ketika haid berhenti, tingkat testosteron dan estrogen Anda naik. Karena testosteron dapat membantu Anda menambah massa otot dan estrogen membangun jaringan ikat yang mengikat otot Anda ke tulang, inilah saat yang tepat untuk membentuk badan.

Sebuah penelitian menunjukkan perempuan bisa mendapatkan lebih banyak otot ketika latihan selama paruh pertama siklus mereka dibandingkan paruh kedua. Jadi inilah kesempatan Anda. Untuk itu, jika Anda ingin olahraga di tempat kebugaran mewah, inilah saatnya. Cobalah latihan hardcore seperti bersepeda dalam ruangan, boot camp, atau high-intensity interval-training.

 

Minggu Ketiga dari Siklus Anda (15 – 21)

Olahraga yang tepat: barre, Pilates

Setelah hari ke-14, estrogen menurun, begitu juga dengan energi Anda. Hal ini bisa membuat Anda rawan menyebabkan robekan pada ligamen dan tendon serta cedera lainnya. Memang hal ini masih belum terbukti 100%, tapi lebih baik Anda bermain aman.

Anda bisa memilih olahraga berbasis lantai yang diawasi, seperti Pilates atau barre. Jika Anda biasanya ikut kelas kebugaran, pelankan ritme Anda dengan melakukan latihan sendiri. Karena stamina menurun minggu ini, cardio lambat dan stabil bisa menjadi pilihan tepat. Atau Anda bisa istirahat beberapa hari pada minggu ini.

 

Seminggu Sebelum Haid (22 – 29)

Olahraga yang tepat: power yoga, indoor cycling

Tubuh Anda kembali segar dengan lonjakan progesteron. Namun, beberapa perempuan juga mengalami kram parah, mood yang buruk, payudara yang lembek, retensi cairan. Pada minggu ini, terjadi kenaikan suhu tubuh hingga 1 derajat yang mempengaruhi kinerja Anda, tetapi bisa membantu Anda berkeringat lebih cepat.

Karena olahraga akan memberi Anda endorphin alami yang tinggi, hal ini dapat meningkatkan mood Anda dan benar-benar membuat Anda merasa lebih baik selama periode PMS. Anda bisa melakukan yoga, tapi dengan kelas yang lebih berat, seperti vinyasa atau power yoga yang akan menaikkan detak jantung Anda. kelas bersepeda dalam ruangan dapat membantu Anda mengeluarkan banyak keringat.

 

 

Sumber: www.cosmopolitan.com

6 Contoh Olahraga untuk Anak Anda

Jika Anda sudah mempunyai anak dan ingin mencegah terjadinya obesitas pada mereka, tentu Anda harus mulai membiasakan mereka untuk berolahraga. Berikut ini adalah beberapa jenis olahraga yang cocok dilakukan oleh anak-anak Anda.

1. Plank

Plank

Telungkupkan badan dengan sokongan pada lengan yang ditekuk. Untuk bagian bawah, gunakan jari-jari kaki untuk menyokong tubuh. Usahakan tubuh setegak mungkin. Tarik pusar ke arah tulang belakang, keraskan bagian perut dan pantat dan tahan selama 30 detik. Istirahat satu menit, kemudian ulangi langkah di atas sekali lagi. Ketika anak sudah mulai kuat, bisa ditambahkan penambahan 15 detik untuk setiap sesinya.

2. Chest Press

Chest Press

Duduk di bola stabilitas dengan kaki sedikit lebih lebar dari pinggul. Perlahan-lahan gerakkan kaki ke depan sampai bola mendukung bahu dan kepala; bahu, pinggul dan lutut harus dalam garis lurus. Pegang beban pada masing-masing tangan dengan lengan ditekuk 90 derajat. Dan perlahan-lahan angkat lengan di atas dada Anda. Buang napas dan secara bertahap angkat ke posisi awal. Lakukan hingga 8 atau 15 kali hitungan.

3. Chair Squats

Chair Squats

Berdiri sekitar 6 inci di depan kursi dengan kaki selebar bahu dan jari-jari kaki mengarah ke depan. Dengan berat pada tumit, ambil nafas dan perlahan-lahan turunkan pinggul sampai pantat berada di ujung kursi. Buang napas, luruskan kaki, dan kembali ke posisi awal. Lakukan ini 8 sampai 15 kali.

4. Bent-Knee Push-Up

Bent-Knee Push-Up

Hadap ke bawah dengan tumpuan pada lutut dan telapak tangan, dengan tangan sedikit lebih lebar dari bahu dan lutut sejajar dengan pinggul. Ketatkan bagian perut, ambil nafas, dan tekuk siku sampai 90 derajat. Buang napas, dorong, dan luruskan lengan. Ulangi 8 sampai 15 kali. Naikkan hitungan jika dirasa anak telah lebih kuat.

5. Lying Row

Lying Row

Baringkan perut pada bola stabilitas dengan kaki lurus, jari kaki menempel lantai, dan lengan menggantung di depan bola dengan dumbbell di tangan masing-masing. Angkat siku ke arah langit-langit sampai beban sejajar dengan dada. Turunkan lengan dan ulangi 8 sampai 15 kali.

6. Bicep Curls

Bicep Curls

Berdiri dengan kaki terpisah, lutut sedikit ditekuk. Tekan siku ke tubuh dan istirahatkan beban di di bagian depan paha. Pegang dumbbell di masing-masing tangan. Tarik napas, tekuk siku, dan angkat beban ke arah bahu. Buang nafas, dan perlahan-lahan kembali ke posisi awal. Lakukan ini 8 sampai 15 kali.

Sumber: www.familycircle.com

Kapan Waktu yang Tepat untuk Olahraga?

Sebenarnya tidak ada kejelasan mengenai kapan waktu paling tepat untuk berolahraga. Penelitian menunjukkan adanya manfaat yang berbeda-beda ketika kita berolahraga pada waktu yang berbeda-beda pula.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Medicine & Science in Sports & Exercise, pada tahun 2012 mengukur bagaimana wanita merespon makanan setelah berolahraga pertama kali di pagi hari. Ketika 17 peserta dengan bobot sehat serta 18 peserta obesitas berjalan cepat selama 45 menit, mereka tidak terlalu tergoda oleh foto makanan, jika dibandingkan ketika mereka tidak melakukan jalan cepat. Selain itu, aktivitas fisik mereka juga meningkat sepanjang hari setelah berjalan di pagi hari, terlepas dari berat badan. Dan manfaat tidak berhenti di situ. Selain itu, olahraga pagi akan membantu membakar kalori yang Anda simpan di malam hari ketika Anda tidur.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, banyak penelitian yang mendukung olahraga di pagi hari. Memang belum pasti, tapi hasil dari suatu penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berolahraga di pagi hari memiliki tekanan darah lebih rendah sepanjang hari dan mendapatkan tidur yang lebih baik. Tidur adalah saat perbaikan tubuh, dan tidur juga mengurangi stres, yang dapat mempengaruhi berat badan.

Meskipun begitu, olahraga pada waktu yang lain juga telah terbukti bermanfaat. Sebuah penelitian tahun 2010 yang diterbitkan dalam jurnal Chronobiology International menganalisa peran jam internal tubuh pada kinerja atletik. Para peneliti menetapkan bahwa ketika suhu lingkungan dan tubuh pada sore hari, aktivitas enzim dan fungsi otot juga meningkat sehingga Anda bisa berolahraga dengan maksimal pada pukul 2 hingga 6 sore.

Olahraga setelah bekerja juga bermanfaat. Anda mungkin akan memiliki lebih banyak energi daripada ketika Anda mencoba menyeret diri Anda keluar dari tempat tidur di pagi hari. Dan karena untuk mengeluarkan endorphin hanya dibutuhkan waktu sekitar 20 menit olahraga, Anda dapat olahraga ringan dan singkat untuk membantu tubuh bersantai setelah lelah bekerja seharian.

Walaupun banyak yang menyarankan olahraga pagi sebagai yang terbaik, tapi tak ada salahnya juga untuk mencoba olahraga di lain waktu yang menurut Anda sesuai dengan jadwal Anda.

 

 

Sumber: www.womenshealthmag.com

5 Tips Olahraga untuk Ibu yang Bekerja

Jika Anda bekerja dan mempunyai bayi, tentu Anda akan menjadi sangat repot. Dan tentu, Anda bisa jadi tak sempat berolahraga. Tapi, itu bukan alasan untuk tidak berolahraga. Berikut ini adalah tips olahraga untuk ibu yang bekerja.

 

1. Olahraga bersama anak

Olahraga bersama anak

Ini bukan hal yang mudah, memang. Anak Anda akan cerewet bertanya “Apa yang mama lakukan?” dll. Tapi olahraga dengan anak bisa menjadi sarana bonding yang baik. Anda dan anak bisa ikut kelas yoga bersama. Anda bisa lari-lari bersama anak Anda tapi tentu anak cukup mengikuti saja. Ketika Anda sedang melakukan gerakan-gerakan olahraga, anak Anda akan mencoba menirukan dan pasti tidak merasa bosan.

2. Ikuti kegiatan anak Anda

Ikuti kegiatan anak Anda

Anak Anda sangat aktif bergerak kan? Anda bisa mengikuti mereka dan itu akan cukup untuk latihan cardio. Ketika anak sedang bermain di taman, Anda bisa memanfaatkan kursi dan permainan di taman untuk melakukan push up, pull up, crunches, atau latihan mudah lainnya. Atau jika Anda tak suka ke taman, Anda bisa bermain bola dengan anak Anda di halaman belakang rumah.

3. Maksimalkan waktu istirahat saat di kantor

Maksimalkan waktu istirahat saat di kantor

Jika Anda punya waktu sejam untuk istirahat makan siang, manfaatkan setengahnya untuk berolahraga. Anda tentu tak harus sangat berkeringat. Jalan cepat sudah cukup membuat badan Anda menjadi aktif. Jika istirahat Anda lebih singkat, Anda hanya perlu 15 menit untuk berjalan di sekitaran bangunan kantor.

4. Buatlah ukuran

Buatlah ukuran

Dibutuhkan disiplin untuk menetapkan waktu olahraga. Ada hari-hari ketika Anda tak ingin melakukannya. Jadi buatlah rencana dan bagikan dengan pasangan atau teman Anda agar mereka terus mengingatkan dan memotivasi Anda. Tuliskan semua rencana Anda. Hal ini juga penting agar Anda terhindar dari melakukan hal-hal tak penting, misalnya minum kopi sebelum anak-anak bangun atau 15 menit membuka Facebook.

5. Jangan terlalu keras pada diri sendiri

Jangan terlalu keras pada diri sendiri

Disiplin memang perlu tapi jika Anda terlalu memberi tekanan pada diri sendiri untuk bisa kembali ke berat badan sebelum melahirkan, kemungkinan besar Anda malah akan gagal. Kehidupan Anda telah berubah, jadi cara berolahraga pun harus diubah. Ketika Anda sedang sibuk dan stres, letakkan kaki Anda dan bersantai. Ada saat ketika Anda benar-benar lelah dan tak merasa enak badan. Masih ada hari esok kok untuk mengurusi semua kebutuhan rumah tangga.
Sumber: www.activebeat.com

Mandi Setelah Olahraga: Apakah Perlu?

Banyak orang yang suka olahraga pada pagi hari, entah itu Pilates, yoga, fitness, atau apapun. Namun, tiba-tiba Anda menyadari bahwa Anda punya meeting pagi ini atau Anda janjian ketemuan dengan teman lama. Anda mungkin akan tergoda untuk menghemat waktu dengan tidak mandi—yah, bisa dibayangkan kan pengeringan rambut dan makeup pasti akan sangat menyita waktu. Apakah menurut Anda hal ini sangat menjijikkan atau oke-oke saja?

Kenyataannya adalah jika Anda berkeringat, sangat baik jika Anda meluangkan waktu untuk membersihkan tubuh dengan sabun dan air. Dan ini bukan hanya untuk menghilangkan bau tak sedap. Bukan bau keringatlah yang harus Anda khawatirkan tetapi kenyataan bahwa keringat yang tertinggal di tubuh akan memungkinkan bakteri untuk berkembang biak, yang dapat menyebabkan ruam dan jerawat.
Dan bukan hanya Anda akan terkena jerawat punggung dan pantat, tetapi yang lebih parah, keringat bisa membantu perkembangbiakan fungi, yang bisa menyebabkan infeksi jamur. Olahraga yang Anda lakukan mungkin juga menyebabkan mikroabrasi di kulit Anda, yang dapat memungkinkan mikroba untuk masuk ke tubuh Anda, dan menyebabkan infeksi seperti Staph yang sangat berbahaya.

Intinya, jika Anda telat saat Anda janjian meeting, Anda boleh sesekali tidak mandi setelah berolahraga. Tapi pastikan Anda memakai baju ganti yang bersih dan kering dan taburkan bedak bayi di tubuh Anda untuk menyerap sisa kelembaban pada kulit Anda. Tisu bayi juga sangat bermanfaat dalam hal ini yang bisa Anda gunakan untuk membersihkan daerah yang berbau asam.

Tapi, di lain waktu ketika Anda tak terburu-buru, usahakan untuk selalu mandi setelah olahraga pagi.

 

 

Sumber: www.womenshealthmag.com

Mengapa Anda Tak Punya Motivasi Berolahraga?

Semua orang saat ini lebih biasa menjalani kehidupan yang tidak membutuhkan banyak gerak. Sebagai misal, di kantor banyak karyawan yang duduk selama 8 jam dan hanya berdiri ketika waktu istirahat tiba. Sebenarnya, kita harus senantiasa aktif jika ingin menurunkan berat badan dan tetap sehat. Nah, tentu saja kita butuh yang namanya motivasi agar mau bergerak. Dan berikut ini adalah cara meningkatkan motivasi Anda untuk berolahraga.

1. Terima kenyataan bahwa Anda harus berolahraga

Tak ada apapun yang bisa menggantikan olahraga, entah itu diet, pil diet, operasi, atau apapun. Agar Anda mudah menjalankan olahraga, ada baiknya Anda berdamai dengan kenyataan bahwa olahraga sifatnya wajib untuk kesehatan Anda. Kabar baiknya adalah olahraga ada berbagai macam jenisnya dan Anda bisa memilih mana yang paling Anda sukai. Olahraga tidak harus berada di gym dan tidak harus lama. Intinya bergerak dan menjadi aktif.

2. Pahami gaya hidup Anda

Di masa lalu, kita mungkin punya lebih banyak alasan untuk bergerak, entah itu memotong rumput, mencuci piring dan baju dengan tangan, atau berjalan kaki ke sekolah. Masalahnya, banyak hal telah berubah sekarang ini dan sebagain besar dari kita pasti tak akan bisa jauh dari laptop, TV, smartphone, atau kendaraan bermotor. Hal-hal ini membuat kita tidak bisa aktif. Nah, untuk itu Anda perlu memahami seperti apa gaya hidup Anda dan cari celahnya untuk memanfaatkannya dengan bergerak. Misalnya, Anda bisa menghilangkan satu peralatan elektronik dari rumah seperti mesin cuci dan mulai mencuci dengan tangan. Jika hal itu tak memungkinkan, mungkin Anda puny aide lain yang lebih cemerlang?

3. Buatlah agar olahraga menjadi sesuatu yang penting untuk Anda

Bagi banyak orang olahraga adalah suatu sarana untuk mencapai suatu tujuan yang ada titik akhirnya, misalnya menurunkan berat badan atau memiliki bentuk tubuh yang lebih baik dari sebelumnya. Goal di masa depan memang bagus, tapi yang lebih penting Anda harus punya yang lebih dari goal, yaitu tujuan. Dengan kata lain, olahraga harus mempunyai nilai, meskipun goal Anda tak tercapai. Misalnya, selain untuk menurunkan berat badan, Anda bisa coba mencari tahu apa sih manfaat lain dari olahraga, seperti bisa menghilangkan stres, meningkatkan energi, dan membuat hari lebih bersemangat.

4. Temukan cara olahraga yang menurut Anda tepat

Kebanyakan orang berpikir bahwa olahraga berarti harus ke gym. Namun, itu tidak benar. Jika Anda tak suka gym, Anda bisa melakukan jenis olahraga lain, seperti lari di lapangan, misalnya. Atau Anda juga bisa bermain tenis atau basket atau sepakbola. Jika Anda suka hal-hal yang sederhana, Anda bisa jalan-jalan kecil sepanjang hari atau Anda bisa berjalan lebih jauh ketika Anda di mall. Lakukan apapun untuk bergerak dan pilih yang paling Anda sukai.

 

 

 

Sumber: exercise.about.com

Penyebab Anda Berhenti Berolahraga

Banyak dari kita yang mau memulai berolahraga. Namun, yang tersulit adalah tetap konsisten menjalaninya. Sayangnya, justru banyak dari kita yang memilih untuk berhenti olahraga dengan berbagai alasan. Berikut ini adalah beberapa alasan yang menyebabkan orang berhenti olahraga dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Berhenti olahraga karena berat badan tidak turun

Jika Anda berolahraga dengan tujuan menurunkan berat badan, tentu tidak mengherankan jika Anda berharap berat badan Anda turun. Dan mungkin goal yang ingin Anda capai sudah cukup realistis. Namun, ketika telah melewati beberapa periode, ternyata berat badan Anda tidak turun, dan Anda memutuskan untuk berhenti.

Alasan Anda Harus Lanjut:

Anda mungkin berpikir sekaranglah saatnya untuk menyerah tapi inilah saatnya Anda harus terus. Berat badan Anda mungkin tidak turun, tapi mungkin lingkar perut Anda mengecil. Itu artinya, Anda mendapatkan hasil, tapi dalam bentuk yang berbeda. Atau mungkin saja Anda selama ini menimbang dengan timbangan yang kurang akurat?

Jadi ketika Anda merasa ingin berhenti karena tujuan penurunan berat badan tak tercapai, biarkan diri Anda berolahraga sebaik mungkin dan biarkan tubuh Anda merespon dengan caranya sendiri. Mungkin memang tidak seperti perkiraan Anda, tapi tubuh akan merespon jika diberikan cukup waktu dan konsistensi. Selain itu, perhatikan pula tidur Anda, manajemen stress, serta kebiasaan makan Anda.

2. Berhenti olahraga karena berat badan malah naik

Naik berat badan ketika mulai berolahraga memang bisa jadi pemadam semangat nomor satu. Anda mungkin berpikir, untuk apa olahraga jika hanya untuk semakin menambah berat badan?

Alasan Anda Harus Lanjut:

Sekali lagi, ini bukan saatnya Anda menyerah. Anda selalu dapat mengubah apa yang Anda lakukan atau mempelajari lebih lanjut tentang apa yang diharapkan ketika Anda memulai program penurunan berat badan. Ada beberapa hal yang perlu Anda tahu mengenai pertambahan berat badan setelah berolahraga:

– Bertambahnya otot: Jika Anda mulai mengangkat beban, Anda akan memunculkan otot Anda. Jika Anda seorang wanita, hal ini tentu mengerikan. Tapi yang perlu diingat: 1) sangat sulit, bahkan untuk pria sekalipun, untuk mendapatkan otot tanpa olahraga dan latihan yang sangat keras, 2) Anda sebagai manusia membutuhkan otot untuk membantu menurunkan lemak.
– Retensi air: Hal ini juga sering terjadi di awal latihan sebagai bagian dari proses penyembuhan tubuh serta cara untuk mendapatkan glikogen (bahan bakar tubuh yang diperlukan saat latihan).
– Makan terlalu banyak kalori: Banyak yang makan lebih banyak setelah berolahraga, dan inilah yang kemungkinan menyebabkan pertambahan berat badan.

3. Berhenti olahraga karena menyakitkan

Beberapa orang merasakan sakit setelah berolahraga dan itu menjadi alasan bagi mereka untuk berhenti.

Alasan Anda Harus Lanjut:

Olahraga seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit, dan jika Anda merasakan sakit (diluar rasa nyeri dan kaku), kemungkinan Anda tidak melakukan olahraga dengan baik dan benar. Intinya, perbaikilah cara Anda berolahraga karena kesalahan olahraga inilah yang mungkin menjadi penyebab rasa sakit yang Anda derita.

4. Berhenti olahraga karena bosan

Banyak orang yang mengeluh bosan berolahraga. Mereka tidak merasakan kesenangan saat berolahraga dan ini yang dijadikan alasan untuk berhenti olahraga.

Alasan Anda Harus Lanjut:

Jika Anda selalu merasa bosan saat olahraga, Anda mungkin saja melakukannya dengan salah juga. Jika Anda melakukan hal yang sama berulang-ulang, atau melakukan hanya latihan yang tidak Anda suka, Anda akan bosan dan akhirnya berhenti. Lakukan hal-hal yang Anda sukai tapi tetap memungkinkan Anda berolahraga. Jika tak suka treadmill, Anda bisa lari di lapangan. Jika tak suka lapangan, Anda bisa nge-gym. Olahraga yang bersifat pertandingan, seperti tennis, juga bisa jadi alternatif yang baik.

 

 
Sumber: exercise.about.com

Cara Memilih Jersey yang Pas untuk Tubuh Anda

Jersey dibeli bukan hanya karena ingin dipakai saat menonton acara olahraga. Ada pula yang membeli dalam jumlah besar karena dipakai sebagai seragam tim. Seragam tim ini berfungsi sebagai pemersatu keseluruhan tim, sekaligus sebagai identitas.

Tentunya, memakai jersey yang pas akan sangat mendukung kinerja permainan Anda, baik sepakbola ataupun basket. Nah, berikut ini adalah tips untuk memilih jersey yang tepat untuk tubuh Anda.

 

Ukur Tubuh Anda

Jersey tersedia dalam berbagai ukuran, sesuai dengan pengukuran rata-rata lebar dada, lebar bahu, dan panjang punggung. Untuk mendapatkan pengukuran yang akurat dari fitur Anda, gunakan meteran penjahit, yang dapat dengan mudah mengikuti kontur tubuh Anda. Jika Anda tidak memiliki pita pengukur yang fleksibel, Anda juga dapat menggunakan potongan tali sederhana dengan menandai hasilnya kemudian mengukur tanda tersebut dengan penggaris. Rata-rata jersey memiliki ukuran yang standar, bahkan jersey yang bukan ori sekalipun.

 

Lebar Dada

Untuk mengukur lebar dada Anda, mulailah dengan berdiri dan usahakan agar lengan Anda beristirahat secara alami di samping tubuh Anda. Kemudian, Anda harus mengidentifikasi bagian terlebar dari dada Anda, dan mengukur di atas dan sekeliling tulang belikat Anda langsung di tempat itu.

 

Lebar Bahu

Untuk mengukur lebar bahu Anda, mulailah dengan menempatkan satu ujung pita pengukur di bagian atas bahu kiri atau kanan Anda. Melewati belakang leher Anda, lewatkan pita pengukur ke atas bahu Anda yang lain dan tarik hingga pita terbentang ketat.

 

Panjang Punggung

Untuk mengukur lebar bahu Anda, mulailah dengan menetapkan akhir pita pengukur di pangkal leher Anda. Biarkan pita pengukur jatuh pada tulang belakang Anda secara alami dan tarik pengukur hingga ke pinggang atau tempat dimana biasanya pinggiran bawah kaos Anda berada.

 

Bandingkan Pengukuran Anda

Tergantung pada produsen, kebanyakan jersey tersedia dengan pilihan ukuran, yaitu kecil (S), sedang (M), besar (L), dan sangat besar (XL). Setiap ukuran sesuai dengan sekelompok pengukuran untuk memberikan gambaran jersey manakah yang pas untuk tubuh Anda.

 

Ukuran jersey pria:

Ukuran Lebar Dada Lebar Bahu Panjang Punggung
Small (S) 40 inci 13 inci 30 inci
Medium (M) 44 inci 13.5 inci 31 inci
Large (L) 48 inci 14 inci 32 inci
Extra large (XL) 52 inci 14. 5 inci 33 inci

 

Ukuran jersey perempuan:

Ukuran Lebar Dada Lebar Bahu Panjang Punggung
Small (S) 36 inci 12 inci 27 inci
Medium (M) 40 inci 12 inci 28 inci
Large (L) 44 inci 12.5 inci 29 inci
Extra large (XL) 48 inci 13.5 inci 30 inci

 

 

Sumber: www.ebay.com

Cara Mudah Menghilangkan Bau Tak Sedap dari Sepatu Olahraga Anda

Sepatu olahraga yang telah dipakai nge-gym atau berlari-lari seharian, pasti akan menampung banyak keringat dari kaki Anda. Sebenarnya Anda tidak usah terlalu khawatir karena sekali dua kali dalam hidup, setiap orang pasti pernah mengalami sepatu yang bau. Nah, ini adalah tips untuk mengatasi sepatu olahraga Anda yang bau.

 

Ramuan Alami untuk Mengusir Bau pada Sepatu

 

1. Soda kue

Soda kue bisa menghilangkan bau dengan sangat efektif. Taburkan sedikit soda kue pada sepatu Anda dan biarkan semalaman. Keesokan harinya, Anda hanya perlu membuang soda kue dari dalam sepatu sebelum memakainya. Jika bau ini sering muncul, Anda mungkin perlu melakukan tips ini secara berulang.

2. Kulit jeruk

Salah satu cara terbaik untuk menghilangkan bau tak sedap pada sepatu Anda adalah dengan menggunakan kulit jeruk. Taruh beberapa kulit jeruk pada sepatu Anda dan biarkan semalaman. Keesokan harinya, sepatu Anda akan berbau segar jeruk.

3. Pemutih

Selain untuk memutihkan baju, pemutih pakaian punya kegunaan lain yakni mengusir bau dari sepatu Anda. Caranya, isi masing-masing sepatu dengan air panas dan tambahkan sedikit pemutih. Biarkan selama beberapa menit. Ketika air telah dingin, keluarkan dan cuci sepatu Anda. Pemutih tersebut akan membunuh bakteri sehingga menghilangkan bau sepatu Anda.

4. Cuka

Tambahkan satu cangkir cuka ke dalam masing-masing sepatu. Proses ini akan menghasilkan gelembung dan desisan. Biarkan selama 15 menit. Setelah itu buang cuka dari dalam sepatu dan bilas hingga bersih.

5. Cuka putih

Cuka putih juga dapat menetralisir bau dan menghilangkan bakteri di dalam sepatu Anda. Campurkan cuka putih dan air dalam jumlah yang sama ke dalam sebuah botol semprot kecil. Kocok dan semprotkan larutan ke dalam sepatu. Biarkan sepatu Anda kering selama beberapa menit sebelum menggunakannya. Sensasi segar ini akan bertahan hingga beberapa jam.

6. Bubuk kopi

Potong ujung kaos kaki tua Anda kemudian isi masing-masing dengan sekitar setengah cangkir bubuk kopi kemudian ikat. Letakkan di dalam sepatu Anda semalaman, dan bau tak sedap akan diserap oleh kopi tersebut.

 

 

 

Sumber: www.howtoremovethat.com