6 Cara Agar Olahraga Menyenangkan

Untuk sebagian orang, kata ‘olahraga’ mungkin identik dengan ‘penyiksaan’. Sayangnya, kebanyakan orang dewasa kurang aktif bergerak sehingga olahraga sangatlah dibutuhkan untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Kabar baiknya, olahraga bisa juga dibuat menyenangkan, tanpa mengurangi manfaatnya bagi kesehatan.

Tips berikut akan membantu Anda merasa senang saat berolahraga.

1. Pikirkan olahraga di luar gym

Jika Anda tak suka sepeda statis atau treadmill, ada banyak cara lain yang bisa Anda lakukan untuk tetap aktif. Pikirkan suatu aktivitas yang Anda sukai, dan temukan cara agar hal tersebut bisa lebih menantang secara fisik. Jika Anda menikmati olahraga tim, mungkin Anda bisa bermain basket atau sepakbola. Jika Anda suka dance, Anda bisa mengambil kelas fitness berbasis dance. Beberapa kegiatan lain yang menyenangkan tapi mampu membakar kalori antara lain kayak, ski, hiking, berkebun, bersepeda, dll.

2. Gabungkan olahraga

Ketika latihan rutin Anda sudah mulai membosankan, itu artinya Anda harus memasukkan sesuatu yang baru. Karena di Indonesia memiliki dua musim, maka manfaatkanlah. Pada musim penghujan, Anda tak perlu lari atau bersepeda karena mungkin akan kehujanan. Untuk tetap aktif, Anda bisa berenang, mencoba fitness dengan video yang baru Anda beli, atau apapun yang bisa Anda lakukan di dalam ruangan. Menggabungkan berbagai latihan akan menghindarkan Anda dari cedera berlebihan, membutuhkan tubuh Anda untuk beradaptasi dan menjadi lebih kuat, dan membuat pikiran Anda aktif.

3. Ajak teman

Berolahraga dengan teman atau kelompok bisa menyenangkan dan membuat Anda lebih termotivasi. Anda bisa berlari lebih panjang ketika ada teman di sekitar Anda. Beberapa latihan, seperti angkat berat, juga lebih aman jika ada teman di dekat Anda. Kelas fitness atau senam juga menyenangkan karena berisi orang-orang yang selalu baru, tergantung pada instruktur dan orang-orang yang menghadiri.

4. Tambahkan musik

Lagu favorit yang Anda dengarkan akan membuat Anda tak terlalu kelelahan. Musik upbeat juga dapat membantu Anda mengurangi waktu istirahat selama angkat berat.

5. Tentukan tujuan

Kadang-kadang, berolahraga demi untuk berolahraga itu tidak cukup. Tetapkanlah tujuan: entah itu untuk menurunkan berat badan, agar tubuh Anda bisa masuk ke celana yang Anda pakai waktu kuliah, atau Anda ingin menyelesaikan marathon 5K pertama Anda. Memiliki tujuan dapat membantu Anda tetap fokus, dan mencapai tujuan Anda akan membantu Anda merasa percaya diri dan berprestasi.

6. Istirahatlah

Jika Anda olahraga terlalu keras, tubuh Anda akan memberi tahu Anda. Ketika Anda sudah mulai kelelahan secara fisik dan mental, saatnya untuk mundur dan bersantai. Cobalah untuk melakukan olahraga yang tidak terlalu berat, seperti berjalan dengan hewan peliharan, bersepeda, yoga santai, atau tidak sama sekali. Luangkan waktu untuk berpikir tentang tujuan Anda, kemudian mulai olahraga lagi ketika Anda merasa sudah cukup beristirahat.

 
Sumber: familyshare.com

3 Latihan untuk Membakar Lemak Lengan

Lengan lembek, besar, atau berlemak memang benar-benar merusak penampilan. Lengan seperti ini susah dimasukkan ke dalam gaun yang seksi. Selain lemak perut, engan berlemak memang telah menjadi masalah bagi cowok maupun cewek. Cewek ingin lengannya kecil dan ramping, sementara cowok ingin otot yang besar.

Apakah Anda juga ingin lengan yang bagus atau indah tanpa lemak? Berikut ini adalah beberapa latihan yang bisa Anda lakukan untuk membakar lemak di sekitar lengan dan membuat lengan terasa kencang.

1. Angkat beban

Angkat beban

Untuk latihan ini, Anda perlu memilih item dari rumah Anda untuk digunakan sebagai pemberat. Anda dapat menggunakan botol minuman dingin 2 liter atau yang sejenisnya. Jika Anda memiliki sepasang dumbel akan lebih baik lagi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan benda yang beratnya sekitar 1 kg. Hindari menggunakan benda yang mudah pecah atau berharga karena ketika melakukan latihan ini, barang mungkin akan terjatuh.

Pegang beban dengan kedua tangan dan angkat di atas kepala Anda. Lengan Anda harus lurus, karena ini adalah posisi awal. Sekarang turunkan beban, dengan membawanya ke belakang punggung. Coba serendah mungkin. Pastikan Anda tidak melukai diri sendiri.

Bawa beban ke atas kepala lagi. Semakin Anda mengangkat beban, semakin baik lengan akan terbentuk. Jaga agar lengan atas tetap berada dekat dengan kepala dan telinga Anda. Melakukan latihan ini di depan cermin juga akan bisa sangat membantu Anda.

Lakukan latihan ini 3 set (20 repetisi), yang artinya Anda memindahkan item sebanyak 60 kali di atas kepala Anda. Anda bisa meningkatkan beban dan waktu ketika Anda sudah mulai terbiasa.

2. Push Up Meja

Push Up Meja

Anda bisa menggunakan meja makan atau meja dapur sebagai fokus. Anda harus menghadap meja dengan lengan Anda di tepi dan kaki Anda menyentuh dasar meja. Menjauhlah dari meja sampai Anda merasa tubuh Anda condong ke depan dengan berjinjit.

Posisi kaki harus seimbang dan punggung Anda harus lurus. Ini adalah posisi awal. Tekuk siku dan turun sampai Anda menyentuh meja. Sekarang luruskan siku dan kembali ke posisi awal. Anda harus melakukan 3 set 20 repetisi setiap hari.

3. Gunting

Gunting

Latihan ini memang menyerupai gunting. Anda perlu mulai dengan berdiri tegak dan mengangkat lengan setinggi bahu, di depan Anda.

Regangkan lengan Anda ke samping dan bawa ke depan; tangan kanan harus tumpang tindih dengan tangan kiri.

Regangkan lagi kedua lengan ke samping dan bawa ke depan lagi; kali ini tangan kiri harus tumpang tindih dengan tangan kanan.

Lakukan 3 set 10 repetisi setiap hari.

 
Sumber: www.thefitindian.com

Berapa Banyak Olahraga yang Anda Butuhkan?

Anda pasti bertanya-tanya tentang seberapa banyak olahraga yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Para ahli kesehatan telah mencoba untuk memberikan saran dan nasihat. Departemen kesehatan secara teratur memperbarui pedoman aktivitas fisik mengenai aturan latihan fisik yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kesehatan kita, menurunkan berat badan dan beberapa tujuan lainnya.

Presiden dari Council on Physical Fitness and Sports mengatakan bahwa ada panduan dasar dalam olahraga, khususnya untuk pemula: : Cardio sekitar 3-5 kali seminggu dan latihan kekuatan sekitar 2 kali seminggu.

Pedoman seperti ini mungkin membantu, tapi kurang jelas.

 

Olahraga yang Pas Untuk Anda

Banyak dari kita yang menginginkan saran olahraga yang spesifik. Anda mungkin ingin tahu Anda harus melakukan kegiatan apa saja dan untuk berapa lama, seberapa keras Anda harus berolahraga, dan bagaimana cara melakukan latihan tertentu.

Salah satu panduan olahraga adalah sebagai berikut:

Lakukan cardio intens 30 menit sehari, lima hari seminggu
Atau lakukan cardio sangat intens 20 menit sehari, 3 hari seminggu
Dan lakukan 8-10 latihan kekuatan, 8 sampai 12 pengulangan dari setiap latihan dua kali seminggu.

 

Contoh Jadwal Kegiatan yang Bisa Anda Ikuti

Jadwal latihan ini adalah pilihan yang baik jika Anda seorang pemula dan tidak cukup siap untuk 5 hari kardio:

Senin: 30 menit jalan kaki dengan kecepatan 4-9 km/jam
Selasa: Total Body Strength
Rabu: 30 menit jalan kaki dengan kecepatan 4-9 km/jam
Kamis: Istirahat
Jumat: 30 menit elips, kecepatan menengah
Sabtu: Total Body Strength

Mix and Match

Anda bisa semakin jauh dengan melakukan jadwal berikut ini:

Senin: 30 menit elips, kecepatan menengah
Selasa: 20 menit interval training (alternatif berjalan dan jogging)
Rabu: Total Body Strength
Kamis: 20 menit interval training (alternatif berjalan dan jogging)
Jumat: Total Body Strength
Sabtu: 10 menit berjalan pada kecepatan yang cepat sebanyak 3 kali

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau trainer Anda mengenai jadwal yang tepat, khususnya jika Anda pemula.

 

Sumber: exercise.about.com

Ketika Memulai Olahraga, Olahraga Apa Yang Pas untuk Saya?

Memulai program olahraga—entah itu untuk membuat tubuh menjadi bugar atau untuk menurunkan berat badan—pasti bisa terasa sangat melelahkan (di pikiran). Banyak pertanyaan menghampiri, pasti. Salah satu yang paling sering ditanyakan adalah olahraga seperti apa yang harus saya lakukan di antara banyak jenis olahraga yang ada, antara lain cardio, latihan kekuatan, yoga, pilates, dan masih banyak lainnya. Anda pasti bingung harus mulai dari mana.

Cara Memulai Olahraga Bagi Anda yang Pemula

Berikut adalah langkah-langkah dasar yang perlu Anda lakukan untuk membuat sebuah latihan rutin yang bisa Anda ikuti secara konsisten.

1. Tetapkan tujuan Anda

Kebanyakan dari kita mungkin berpikir bahwa kita harus memiliki tujuan penurunan berat badan dan tak ada yang salah dengan hal itu. Namun, tujuan penurunan berat badan tidak selalu bisa bertahan lama karena penurunan berat badan biasanya sangat lambat prosesnya. Pikirkan tujuan-tujuan lain seperti ‘menyelesaikan beberapa jenis latihan dalam sehari’ atau ‘melakukan satu aktivitas yang berbeda setiap harinya’. Buatlah tujuan yang bisa Anda raih setiap harinya agar Anda tetap bersemangat olahraga.

2. Carilah cara untuk memenuhi tujuan Anda dengan program latihan

Apapun tujuan Anda—hidup sehat, membakar lemak, menambah otot, dll—Anda perlu paling tidak dua hal berikut: latihan cardio dan latihan kekuatan. Perbedaannya adalah berapa banyak Anda harus melakukan masing-masing dari dua hal tersebut.

3. Mulailah dengan program dasar

Tidak peduli apa tujuan Anda, Anda harus mulai dari tempat Anda berada, yaitu di awal. Jangan langsung yang berat karena hal ini akan membuat Anda kaget. Mulailah dari yang paling ringan, misalnya berjalan sekitar 3-5 hari seminggu, olahraga hingga 30 menit sehari, dan latihan kekuatan sederhana secara rutin selama beberapa kali seminggu.

4. Berjuang agar tetap termotivasi

Tidak diragukan lagi, olahraga dalah sebuah pekerjaan kerja dan Anda harus terus-menerus menjaga diri agar terus bisa lanjut—bahkan ketika segalanya terasa sulit. Dan memang olahraga akan terasa semakin sulit setiap harinya. Motivasi tidak tumbuh di pohon, juga tidak muncul serta merta setiap hari ketika Anda bangun. Pikiran Andalah yang menentukan segalanya, jangan sampai kalah dengan apa yang dikatakan pikiran Anda. Ya, hari ini Anda harus olahraga, besok juga, besoknya lagi juga, dan seterusnya.

 
Sumber: exercise.about.com

Apakah Anda Terlalu Banyak Berolahraga?

Bagi sebagian orang yang harus berjuang keras untuk mau berolahraga, sebuah konsep ‘olahraga terlalu banyak’ mungkin tampak aneh. Namun, kenyataannya, ada banyak pecinta olahraga yang sangat suka berolahraga, hingga mereka akhirnya berolahraga secara berlebihan. Mungkin alasannya antusiasme atau bahkan obsesi. Mungkin juga karena ingin segera menurunkan berat badan dalam waktu lebih cepat.

Masalahnya adalah, olahraga terlalu banyak bisa menjadi bumerang. Hal ini bisa menyebabkan Anda rentan terhadap segala jenis cedera dan penyakit yang malah akan membuat Anda harus berhenti berolahraga selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Apakah Anda Olahraga Secara Berlebihan?

Anda bisa tahu bahwa Anda olahraga secara berlebihan jika Anda merasa bahwa latihan yang Anda jalani terasa lebih berat daripada biasanya atau performa Anda mundur meskipun Anda mencoba lebih keras daripada biasanya. Jika Anda merasakan sakit, saatnya untuk melakukan beberapa analisis pada latihan rutin Anda.

Beberapa tanda Anda melakukan olahraga secara berlebihan adalah:

– Insomnia
– Rasa sakit atau nyeri pada otot atau sendi
– Kelelahan
– Sakit kepala
– Ketidakmampuan tiba-tiba untuk menyelesaikan latihan
– Merasa tidak termotivasi dan kurang energi
– Peningkatan kerentanan terhadap pilek, sakit tenggorokan dan penyakit lainnya
– Hilangnya nafsu makan
– Penurunan kinerja

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sangat disarankan bagi Anda untuk menemui dokter Anda guna memastikan tidak ada hal lebih serius yang terjadi.

 

Sumber: exercise.about.com

Apakah Boleh Berolahraga Saat Cedera?

Setelah sebelumnya dibahas mengenai bagaimana cara berolahraga kembali setelah pulih dari sakit atau cedera berkepanjangan, muncul lagi pertanyaan lain: bolehkan olahraga saat cedera?

Jika Anda seorang yang rajin berolahraga, mungkin hal ini bisa terjadi pada Anda: pagi itu ketika Anda mulai joging dan, Anda merasakan nyeri di lutut atau ketika Anda membungkuk untuk untuk mengambil beban, otot-otot Anda tertarik dan keseleo.

Walaupun kita berusaha menghindari cedera sebaik yang kita bisa lakukan, cedera akan tetap saja mungkin terjadi pada sebagian besar dari kita. Tapi, itu tidak berarti Anda harus istirahat dan berhenti olahraga. Dengan sedikit perencanaan, Anda masih bisa melakukan aktivitas olahraga bersamaan dengan masa penyembuhan cedera.

Hal yang Harus Anda Perhatikan Ketika Memutuskan Olahraga Saat Cedera

1. Bicarakan dengan dokter Anda tentang cara olahraga yang tepat selama Anda cedera

Dokter Anda mungkin mengatakan kepada Anda untuk menghindari cardio yang biasa Anda lakukan atau olahraga kekuatan jika Anda cedera pada lutut atau kaki. Tapi jika Anda olahraga untuk bagian atas, bagaimana? Anda bisa mendiskusikan semua ini dengan dokter Anda. Dokter mungkin akan menyarankan modifikasi olahraga untuk disesuaikan dengan kondisi cedera pada bagian tubuh Anda.

2. Jangan memaksakan olahraga ketika terasa sakit

Banyak dari mereka yang rajin olahraga cenderung berolahraga bahkan ketika tubuh Anda memberitahu Anda untuk berhenti. Bahkan jika Anda mengikuti rencana latihan yang direkomendasikan oleh dokter Anda, jika Anda merasa sakit pada sendi atau di mana pun, berhentilah! Anda mungkin dapat melanjutkan ke latihan yang berbeda yang tidak sakit, atau Anda mungkin harus berhenti sama sekali. Apapun itu, coba dengarkan tubuh Anda. Rasa sakit itu adalah sinyal!

3. Pelajari cara mencegah cedera

Jika Anda cedera, ini adalah waktu yang tepat untuk belajar bagaimana cara menghindari cedera di masa depan. Berikut ini beberapa di antaranya:

– Mempertahankan fleksibilitas dan keseimbangan

Otot ketat dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh yang dapat menyebabkan cedera. Misalnya, jika paha depan (bagian depan kaki) Anda lebih kuat dari paha belakang (punggung kaki), Anda berisiko mencederai atau merusak paha belakang.

– Hindari overtraining

Ketika otot-otot Anda lelah, otot-otot tersebut tidak dapat mendukung dan melindungi ligamen dan tendon, yang dapat menyebabkan cedera. Istirahat dan pemulihan dapat membantu tubuh Anda menyembuhkan diri dan menjaga agar Anda tetap sehat dan bugar.

– Kuatkan seluruh tubuh Anda

Untuk membentengi diri terhadap cedera yang lebih parah, pastikan Anda memasukkan latihan beban rutin dalam rutinitas mingguan Anda. Penguatan seluruh kelompok otot akan mengurangi ketidakseimbangan otot yang dapat menyebabkan otot-otot lain dari tubuh Anda untuk terlampau mengkompensasi kelemahan tersebut.

 

Sumber: exercise.about.com

6 Tips Memulai Olahraga Setelah Sakit atau Cedera

Siapapun yang telah mengalami masa sakit atau cedera berkepanjangan akan memahami apa dampak semua itu terhadap tubuh mereka. Walaupun dokter dan terapis dapat memberitahu Anda untuk berolahraga dalam kapasitas yang dimodifikasi, pada kenyataannya, energi dan kemampuan untuk melakukannya mungkin tidak tersedia setiap saat dalam proses pemulihan.

Selain kehilangan kemampuan metabolisme, cedera dan penyakit juga menyebabkan kehilangan otot dan akhirnya dapat menjadi atrofi otot. Meskipun telah melakukan upaya terbaik mereka, orang-orang yang dalam proses penyembuhan biasanya tidak memiliki kemampuan fisik untuk berpartisipasi dalam olahraga teratur.

Faktor-faktor lain yang akan memiliki dampak signifikan bagi Anda untuk bisa kembali beraktivitas fisik adalah umur, jenis kelamin, lamanya waktu sejak terjadinya penyakit atau cedera, dan tingkat kebugaran fisik sebelum sakit atau cedera.
Berikut ini adalah hal-hal yang harus Anda perhatikan saat Anda akan memulai olahraga setelah sakit atau cedera yang lama.

1. Mulailah dengan perlahan

Berikan waktu kepada tubuh dan otak Anda untuk memulai berkomunikasi lagi. Ketika otot-otot Anda ditugaskan untuk bertindak, bahkan dalam tugas yang relatif sederhana, otak dan otot-otot dan saraf yang diperlukan untuk melaksanakan tugas harus berkomunikasi. Saluran komunikasi ini melemah dari waktu ke waktu, apalagi ketika lama tak digunakan. Kecuali telah terjadi kerusakan saraf, sinyal komunikasi masih bisa diperkuat tetapi proses ini membutuhkan waktu jadi Anda harus sabar. Otak dan tubuh akan mempelajari kembali semuanya.

2. Mulailah dengan jalan kaki

Jalan kaki adalah gerakan tubuh paling alami dari manusia. Berenang juga termasuk gerakan ringan. Mulai beberapa menit saja, dengarkan respon tubuh Anda dan secara bertahap tingkatkan durasinya.

3. Kurangi usaha Anda setidaknya 20% dari apa yang Anda pikir mampu Anda lakukan kemudian perlahan tingkatkan

Gerakan membuat manusia merasa bahagia. Kembali melakukan aktivitas olahraga bisa membuat orang sangat bersemangat. Namun, semangat yang terlalu meluap bisa menyebabkan cedera kembali. Buatlah perkembangan yang mantap dan rasa senang selama proses akan memacu Anda untuk terus maju, terutama di hari-hari Anda merasa tak begitu termotivasi.

4. Pertimbangkan bekerja dengan ahli terapi fisik, kinesiologist, atau spesialis gerakan dengan pemahaman tentang kondisi Anda

Mereka bisa memberitahukan langkah-langkah yang Anda butuhkan untuk kembali ke tingkat kebugaran fisik Anda inginkan. Seorang ahli terapi fisik bisa memberikan dengan evaluasi otot lengkap dan menentukan daerah otot mana yang melemah dan tidak seimbang serta membuat program untuk mengatasi kebutuhan tersebut dan modifikasi berdasarkan progress yang Anda capai.

5. Ingat, rasa sakit adalah rasa sakit

Rasa sakit atau nyeri adalah sinyal tubuh bahwa Anda sudah terlalu jauh atau telah bekerja terlalu banyak. Istirahat dan pemulihan sangatlah penting untuk memperkenalkan kembali latihan dan aktivitas fisik itu sendiri. Berikan waktu kepada tubuh Anda.

6. Selama proses penyembuhan, terus perhatikan memperhatikan nutrisi dan hidrasi tubuh Anda

Beri tubuh Anda makanan terbaik, termasuk banyak sayuran berdaun dan air yang cukup. Penyakit atau cedera berkepanjangan dapat memiliki dampak yang menghancurkan bagi tubuh. Namun, tubuh Anda dirancang untuk mampu pulih. Jaga asupan nutrisi yang Anda berikan pada tubuh Anda.

 
Sumber: www.mindbodygreen.com

Zona Pembakaran Lemak untuk Menurunkan Berat Badan?

Apakah Anda mengenal istilah fat burning zone (zona pembakaran lemak)? Banyak orang yang bertanya-tanya apakah mereka harus memfokuskan pada zona pembakaran lemak tersebut untuk bisa menurunkan berat badan.

Gagasan bahwa manusia bisa membakar lebih banyak lemak di zona pembakaran lemak (atau di bawah target zona detak jantung Anda, sekitar 60% hingga 70% dari detak jantung maksimum Anda) telah dipercaya selama bertahun-tahun. Ide ini berasal dari fakta bahwa pada intensitas yang lebih rendah, tubuh Anda lebih bergantung pada cadangan lemak untuk energi. Dilihat sepintas, hal ini tampaknya bisa membuat Anda bisa membakar lebih banyak lemak tapi yang terjadi adalah sebaliknya.

Kenyataannya, Anda membakar proporsi kalori yang lebih tinggi daripada lemak selama latihan intensitas rendah (low-intensity exercise). Tapi, Anda membakar lebih banyak kalori total selama latihan intensitas tinggi (high-intensity exercise) dan total kalorilah yang sangat berpengaruh pada penurunan berat badan, bukan persentase lemak atau karbohidrat yang digunakan.

Apakah ini berarti kita harus berhenti melakukan latihan intensitas rendah? Tidak sama sekali! Anda masih dapat membakar kalori dengan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan latihan intensitas tinggi. Kedua latihan tersebut memiliki tujuannya masing-masing. Dan jika Anda berlatih macam-macam latihan dengan beragam intensitas, kesehatan dan kebugaran Anda akan terlatih.
Dan, ingat, menurunkan berat badan juga dipengaruhi oleh makanan yang Anda makan sehingga Anda wajib melacak makanan apa saja yang Anda makan dan pastikan apa yang Anda makan tidak lebih dari apa yang Anda bakar.

 

Sumber: exercise.about.com

5 Olahraga yang Tak Membuat Anda Berkeringat

Banyak kegiatan olahraga yang membuat kita berkeringat. Namun, beberapa orang memang tak begitu suka dengan keringat. Nah, jika Anda termasuk kategori orang seperti itu, ada baiknya Anda mencoba beberapa pilihan olahraga yang tak menghasilkan keringat berikut ini.

1. Mat Pilates

Latihan Pilates, yang didasarkan pada tari, yoga, senam dan kalistenik, dirancang untuk menguatkan bagian tengah tubuh, memperpanjang tubuh dan memperbaiki postur tubuh. Bentuk latihan melibatkan ini melibatkan sedikit cardio atau bahkan tak ada cardio sama sekali. Namun, olahraga ini lebih menggunakan gerakan yang mentargetkan pada perut, punggung dan kekuatan tubuh bagian tengah secara keseluruhan. Dengan Pilates Anda tidak akan berkeringat tapi Anda akan merasakan rasa sakit ketika melakukan beberapa gerakan seperti The Hundred, Double Leg Stretch dan latihan menantang lainnya yang menggabungkan pernafasan terfokus dengan latihan bagian tengah tubuh yang keras.

2. Olahraga Air

Jika Anda benci keringat, olahraga air sangatlah mengagumkan karena meskipun Anda berkeringat, Anda tak akan menyadarinya. Berenang bisa jadi pilihan karena olahraga ini bisa menggerakkan seluruh tubuh dengan hanya sedikit dampak pada sendi, sehingga sangat cocok untuk orang-orang yang ingin menurunkan berat badan dengan jumlah yang signifikan atau mereka yang mengalami cedera atau arthritis.

3. Jalan kaki

Apa sih olahraga yang lebih mudah daripada jalan kaki, entah itu di luar ruangan, dalam ruangan, atau treadmill? Penelitian menunjukkan bahwa berjalan kaki dapat meringankan berbagai masalah kesehatan, antara lain mengurangi risiko serangan jantung, menurunkan berat badan, mengontrol tekanan darah, memperpanjang masa hidup dan mengurangi risiko kanker payudara. Dan yang jelas Anda tak akan terlalu berkeringat hanya dengan berjalan kaki saja.

4. Membersihkan rumah

Melakukan tugas-tugas rumah tangga pasti terasa seperti sebuah pekerjaan. Tapi apa Anda tahu bahwa kegiatan ini bisa dianggap sebagai sebuah olahraga juga? Pekerjaan rumah yang ringan seperti membersihkan debu-debu, membuang sampah, dan mengatur perabot dapat membakar 170 kalori per jam untuk orang dengan berat 68 kg. Pekerjaan rumah tangga yang lebih berat seperti menyapu lantai, mencuci jendela, menggosok lantai dan membersihkan garasi dapat membakar lebih dari 250 kalori per jam. Dan Anda pun tak perlu banyak berkeringat untuk melakukannya.

5. Tai Chi

Tai Chi adalah aktivitas meditasi yang sangat lembut dan berakar dari ilmu bela diri. Satu sesi 30 menit dari Tai Chi dapat membakar 84 kalori untuk pria atau wanita berbobot 68 kg. Latihan Cina kuno ini menggabungkan keseimbangan, koordinasi dan peregangan, yang baik untuk kesehatan Anda. Tanpa keringat pula!

 

 

Sumber: www.sparkpeople.com

9 Cara Merawat dan Membersihkan Sepeda Anda dengan Mudah

Setiap sepeda memerlukan cara perawatan yang lembut agar sepeda bisa tetap enak dipakai. Berikut ini adalah 9 tips yang bisa Anda lakukan untuk merawat dan membersihkan sepeda Anda.

1. Jaga agar sepeda tetap bersih

Salah satu cara agar sepeda tahan lama adalah menjanganya agar tetap bersih. Anda tak perlu alat pembersih mewah. Anda hanya membutuhkan satu ember air sabun, spons, dan sikat gigi bekas. Namun, khusus untuk membersihkan oli dan pasir dalam rantai dan gigi, bisa Anda gunakan alat pembersih khusus yang tersedia di pasaran.

2. Pastikan ban terpompa dengan benar

Ban yang tidak terpompa dengan cukup sangat rawan terkena tusukan. Jangan gunakan pompa tangan; gunakan pompa berdiri dengan pengukur tekanan. Anda bisa meminjamnya di toko sepeda yang bagus. Pada sisi ban, bisa Anda lihat sejumlah angka yang diikuti huruf PSI. Angka tersebut menunjukkan seberapa banyak udara yang dibutuhkan oleh ban.

3. Periksa bantalan rem

Bantalan rem yang sudah tipis sama dengan sampah. Jika sudah tidak ada alur pada bantalan tersebut, itu artinya sudah waktunya mengganti yang baru. Harga bantalan rem juga sangat murah kok.

4. Hilangkan suara rem yang melengking

Rem yang melengking mengindikasikan bahwa rem—atau rim roda—dalam keadaan kotor. Bersihkan dan keringkan dengan benar. Dalam 50% kasus, hal ini bisa menghilangkan lengkingan pada rem. Jika tidak berhasil, bawalah ke bengkel untuk dibenarkan.

5. Kencangkan rem yang kendor

Jika rem Anda mengendor, Anda perlu mengencangkannya. Cara termudah untuk melakukannya adalah dengan memutar adjuster barel pada tuas rem. Jika itu tidak berhasil, keluarkan kunci Allen, dan bebaskan kabel rem dengan membuka mur rem, menariknya kencang dan menutup mur lagi.

6. Dapatkan layanan profesional

Sekali setahun, Anda harus membawa sepeda ke layanan profesional untuk memeriksa segala sesuatunya.

7. Pelumas

Beli beberapa pelumas sepeda tertentu dan gunakan dengan hemat pada setiap bagian dari sepeda Anda di mana logam menyentuh logam. Tidak ada gunanya meminyaki rantai Anda kecuali Anda telah Anda bersihkan sepenuhnya.

8. Pastikan posisi roda sudah tepat

Balik sepeda Anda lalu putar rodanya. Apakah roda bergetar dari sisi ke sisi? Jika iya, Anda butuh bantuan profesional untuk memperbaikinya.

9. Pastikan posisi sadel Anda tepat

Jika Anda rawan terserang rasa sakit pada pantat (sore bum syndrome), bereksperimenlah sedikit dengan sadel Anda, dengan menaikkan atau memiringkannya sedikit yang sesuai dengan gaya Anda bersepeda. Jika Anda merasakan sakit lutut saat bersepeda, sadel mungkin terlalu rendah. Bila Anda mengayuh, kaki Anda harus hampir lurus pada saat kaki berada di bawah.
Sumber: totalwomenscycling.com