5 Tips Investasi untuk Pemula

Anda memiliki uang. Tidak banyak, mungkin. Dan Anda ingin menggandakannya. Ketika Anda sudah mengatur anggaran, tabungan, dan mengontrol hutang Anda, mungkin Anda ingin melakukan investasi. Berikut ini adalah 5 tips investasi bagi Anda yang masih pemula.

1. Mulailah sekarang

Tidak ada istilah terlalu muda untuk menyisihkan sejumlah kecil uang setiap bulannya setelah Anda mendapatkan pekerjaan pertama Anda dan sekali Anda melakukannya penganggaran keuangan yang benar, mulailah untuk melakukan investasi. Akan ada pasang surutnya, memang. Namun, semakin lama Anda investasi, hasilnya pasti akan semakin besar. Jika Anda mulai investasi di usia 23 atau 33, dibandingkan mereka yang mulai investasi pada usia 53, maka yang memulai lebih awal akan mendapatkan lebih banyak uang.

2. Diskusikan dengan seseorang yang memiliki pengetahuan

Cari tahu pilihan investasi yang tersedia. Bicaralah dengan penasihat investasi di bank Anda misalnya, tentang apakah Anda harus membuka rekening tabungan khusus investasi atau mendaftar untuk rekening pensiun, misalnya. Setelah Anda memahami semua jenis rekening, pro dan kontra, maka Anda lebih terdidik untuk membuat keputusan yang tepat.

3. Mulailah dengan jenis investasi yang familiar

Cara mudah untuk masuk ke pasar saham adalah dengan membeli hal-hal yang sudah familiar bagi Anda. Dengan demikian, Anda tak akan terlalu kebingungan untuk memulai.

4. Diversifikasi

Reksa dana dan dana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded funds) biasanya bagus untuk individu muda yang tidak memiliki aset yang cukup untuk membuat portofolio yang terdiversifikasi milik mereka sendiri. Cara terbaik untuk menggambarkan reksa dana adalah sebuah keranjang investasi. Semua orang menempatkan sejumlah uang yang mereka inginkan ke dalam keranjang ini. Ada manajer reksa dana ini yang tugasnya adalah untuk memutuskan di mana akan menginvestasikan uang dalam keranjang ini.

5. Lakukan sendiri

Anda bisa melakukan semua investasi sendiri. Tapi, Anda harus melakukan riset mendalam terlebih dahulu. Misal, jika Anda mau main saham sendiri, Anda harus belajar kapan harus membeli atau menjual.

 

Ingat, Anda harus memulai investasi di tempat yang tepat.

Sumber: business.financialpost.com