Tips Memilih Genset Diam Yang Tepat

Ketika power supply yang biasa digunakan gagal mengalirkan energi atau di tempat-tempat terpencil misalnya, generator listrik (genset) bisa sangat berguna. Genset diam atau juga dikenal dengan nama genset silent sangat cocok dalam situasi di mana kebisingan generator listrik standar akan menyebabkan gangguan bagi pengguna atau orang-orang terdekat.

Karena kini semakin banyak pilihan yang tersedia untuk genset diam, penting untuk mempertimbangkan seberapa ketenangan yang Anda butuhkan dari genset tersebut, apa yang digunakan sebagai sumber energi, dimana genset tersebut akan ditempatkan, dan seberapa banyak uang dibutuhkan untuk membeli dan mengoperasikannya.

Beradasarkan jawaban Anda akan pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda akan bisa menentukan genset diam seperti apa yang pas untuk kebutuhan Anda. Selain itu, Anda juga perlu mempertimbangkan kapasitas genset, serta fitur desain.

Jika tingkat kebisingan dari generator adalah salah satu perhatian utama, hal ini akan sangat membantu Anda dalam menentukan seberapa tenang genset yang Anda butuhkan. Meskipun tidak benar-benar diam, genset diam beroperasi pada tingkat kebisingan sekitar 65 desibel atau kurang yang mirip dengan suara yang dihasilkan oleh dua orang yang sedang melakukan percakapan. Sebaliknya, generator standar dapat beroperasi pada tingkat kebisingan 100 desibel atau lebih—setara dengan gergaji listrik. Beberapa genset diam yang paling tenang beroperasi pada sekitar 50 desibel, yang sebanding dengan kebisingan yang dihasilkan oleh kulkas yang menyala.

Desain genset diam umumnya menggabungkan bahan khusus yang membantu untuk mengurangi getaran. Beberapa bahan digunakan untuk meredam suara. Meskipun bukan aturan baku, semakin tinggi output daya generator, hal ini akan cenderung menghasilkan lebih banyak suara.

Seperti halnya genset lain yang dimaksudkan untuk digunakan di rumah, output daya dari genset diam juga bervariasi. Banyak model daya yang rendah menghasilkan sekitar 1.000 sampai 1.500 watt, sedangkan genset lebih kuat memiliki output 7.000 watt atau lebih. Ketika memilih genset, hati-hati mempertimbangkan kebutuhan daya yang harus dipenuhi.

Jika genset akan digunakan untuk menjalankan beberapa peralatan kecil, seperti radio, lampu, atau jam alarm, model dengan output daya yang lebih rendah sepertinya cukup. Sebuah model dengan output daya yang lebih tinggi akan menjadi pilihan yang lebih baik bagi mereka yang membutuhkan genset untuk menjalankan berbagai peralatan sekaligus, atau perlu menjalankan peralatan dengan permintaan energi tinggi, seperti lemari es atau alat-alat listrik lainnya.

Penting juga untuk mempertimbangkan lokasi di mana generator akan digunakan. Di lokasi terpencil tanpa akses ke listrik komersial yang dihasilkan, generator diam dapat digunakan sebagai sumber utama daya untuk kabin atau rumah. Beberapa model lain sepertinya lebih nyaman untuk tujuan ini karena genset tersebut bisa diprogramkan ke dalam sistem listrik perumahan.

Untuk penggunaan di luar ruangan, di mana genset akan terkena unsur-unsur eksternal, model tahan karat adalah pilihan terbaik. Genset luar ruangan yang stasioner dapat lebih dilindungi dengan shelter instalasi. Jika genset harus dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya, ukuran dan berat dari genset juga layak dipertimbangkan. Untuk portabilitas, pilih genset terkecil dan teringan yang kiranya akan mampu memenuhi kebutuhan listrik yang Anda inginkan.

Selain tingkat kebisingan, output daya dan lokasi, biaya biasanya merupakan faktor yang akhirnya menentukan pemilihan genset diam. Baik harga pembelian maupun biaya bahan bakar (bensin atau solar) harus ditimbang terhadap tingkat kebisingan, output daya, dan fitur desain lainnya yang membuat genset tersebut cocok atau tidak untuk memenuhi kebutuhan Anda. Ketika membandingkan model berdasarkan harga, pastikan untuk mempertimbangkan nilai jaminan yang tersedia atau layanan yang diberikan.

Pilihlah genset diam untuk memenuhi kebutuhan Anda hanya di brainlisting.

 

Sumber: www.wisegeek.com

Panduan Memilih Genset: Hal-Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Membeli Genset

Generator set atau genset telah menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap industri, seperti hotel, kapal, mall, pergudangan, dan konstruksi. Bahkan setiap rumah pun wajib memiliki genset karena kondisi listrik di Indonesia yang kurang stabil dan sering adanya pemadaman bergilir. Pemilihan genset memang bisa dibantu oleh pihak pembuat atau pabrik. Namun, jika Anda mengetahui parameter pemilihan genset berikut tentu akan lebih baik.

Untuk memilih genset, yang harus Anda perhatikan adalah:

1. Beban/kapasitas minimum genset

Menjalankan genset dengan beban ringan dapat menyebabkan kerusakan mesin dan mengurangi kinerja mesin tersebut. Genset paling tidak harus 30% dari beban yang dinilai.

2. Dip tegangan (voltage dip) maksimum yang diijinkan

Karena Anda mengurangi voltage dip selama startup awal, nantinya Anda harus menaikkan ukuran genset ketika beban bekerja dibawah control otomatis atau ketika beban puncak yang tinggi tengah beroperasi. Memilih step voltage dip yang lebih rendah mengharuskan Anda memilih genset yang lebih besar.

3. Frekuensi dip maksimum yang diijinkan

Saat Anda mengurangi dip frekuensi maksimum yang diijinkan, Anda perlu meningkatkan ukuran genset yang Anda perlukan.

4. Ketinggian dan suhu

Berdasarkan lokasi, ukuran genset harus dinaikkan untuk kinerja tertentu ketika terdapat pertambahan ketinggian dan suhu.

5. Siklus operasi

Ukuran genset juga dipengaruhi apakah peralatan ini digunakan sebagai standby power, power utama, atau utilitas paralelisasi. Sistem standby power biasanya tidak mempunyai kapasitas overload. Sistem power utama umumnya memiliki minimal 10 persen kapasitas overload.

6. Bahan bakar

Preferensi bensin, diesel, atau LP akan mempengaruhi pemilihan genset. Seringkali, genset yang genset bensin atau LP harus oversized. Sistem darurat biasanya harus dipasok dengan bahan bakar yang disimpan secara lokal.

7. Fase

Ada pilihan satu dan tiga fase. Pemilihan tiga fase memungkinkan beban fase tunggal tetapi asumsinya fase satupun bisa diseimbangkan dengan fase tiga.

8. Frekuensi
Anda harus memilih antara 50Hz dan 60Hz.

9. Tegangan (voltage)
Pemilihan tegangan biasanya disesuaikan dengan pemilihan frekuensi

 

Anda ingin mencari genset untuk kapal, kontruksi, pergudangan, perkantoran, dan hotel? Segera hubungi Karya Anugrah Diesel untuk kualitas genset yang terjamin.

 

Sumber: www.cumminspower.com