5 Perlengkapan yang Harus Ada di Kamar Bayi

Untuk bayi Anda yang baru lahir, tentu Anda ingin memberikan yang terbaik. Anda tentu ingin memastikan dia sehat dan merasa nyaman. Daftar di bawah ini akan membantu Anda membeli perlengkapan yang harus ada di kamar bayi selama awal-awal bulan.

1. Buaian atau tempat tidur

Jika Anda ingin bayi Anda tidur di ruangan yang sama dengan Anda di malam hari, buaian sepertinya cocok untuk beberapa bulan pertama. Ketika bayi semakin besar, Anda perlu membeli tempat tidur. Pastikan tempat tidur tersebut memenuhi standar keamanan dan jarak antar bilah pembatasnya tidak lebih dari 6 cm.

2. Kasur tempat tidur

Kebanyakan tempat tidur bayi tidak dilengkapi dengan kasur sehingga Anda masih perlu membeli sendiri. Pilihlah kasur yang memiliki kemampuan menopang punggung yang baik, tidak terlalu lembut, dan kalau bisa tahan api. Pastikan kasur tersebut aman dan pas untuk buaian atau tempat tidur bayi. Pastikan juga tidak ada ruang atau sela di pinggir kasur yang bisa membuat kepala atau bagian tubuh bayi terjebak.

3. Lemari penyimpanan

Anda akan memerlukan beberapa laci untuk menyimpan pakaian dan mainan bayi.

4. Tempat ganti baju

Tempat ganti baju ini bisa di atas lemari penyimpanan atau bisa juga pada satu meja lain yang terpisah. Baiknya, Anda membeli alas berbantalan untuk meletakkan bayi Anda ketika akan mengganti bajunya. Anda akan sering mengganti popok jadi ada baiknya permukaannya nyaman dengan ketinggian yang baik yang tidak akan menyakiti punggung Anda. Jangan pernah melepaskan tangan atau mata Anda dari si bayi, khususnya jika tempat ganti baju ini jauh dari lantai karena bayi bisa saja berguling dalam sekejap. Kebanyakan meja khusus untuk mengganti baju memiliki tali dengan gesper untuk memastikan bayi tidak menggelinding.

5. Kursi goyang

Meskipun tidak penting, ini bisa jadi opsi bagi Anda ketika menyusui bayi. Pilihlah kursi dengan bantalan pada daerah lengan untuk dukungan dan kenyamanan ekstra. Pijakan kaki bisa menambah kenyamanan, terutama jika menyusui.

Dengan rekomendasi dari brainlisting, Anda bisa mendapatkan perlengkapan bayi dengan kualitas dan harga terbaik.

 

Sumber: www.webmd.com

5 Tips Memilih Pakaian Anak

Orang tua dapat mempertimbangkan keinginan anak-anak mereka ketika membeli pakaian, tetapi mereka juga harus memperhatikan fungsionalitas dari pakaian. Selain itu, orangtua juga harus memperhatikan beberapa hal lain lagi. Tips memilih pakaian anak di bawah ini mungkin akan membantu Anda menemukan pakaian yang tepat untuk anak Anda.

1. Perhatikan kualitas

Ketika membeli pakaian anak-anak Anda harus menggunakan kriteria ‘kualitas’. Kulit anak yang sensitif membutuhkan membutuhkan bahan terbaik. Hingga kini, bahakn katun masih merupakan pilihan terbaik karena bahan ini yang paling aman dari zat berbahaya.

2. Cuci sebelum dipakai

Jika Anda ingin memastikan bahwa pakaian yang Anda beli aman untuk anak Anda, Anda harus mencucinya terlebih dahulu sebelum digunakan pertama kali. Hal ini sama dengan handuk, seprai dan tekstil rumah lainnya. Dengan demikian, Anda dapat menghilangkan beberapa residu zat yang zat mungkin mengiritasi kulit anak-anak Anda. Selain itu, pakaian yang baru dicuci juga berbau lebih segar dan wangi.

3. Perhatikan ukuran pakaian

Bahkan jika Anda berpikir bahwa Anda sangat paham ukuran pakaian anak Anda, tetap berhati-hatilah ketika membeli baju. Seringkali orangtua salah perkiraan dan membelikan anak mereka pakaian dengan ukuran yang salah. Perhatikan mengenai ada tidaknya peraturan retur. Pembelian online biasanya bisa diretur.

4. Jika tak yakin, beli ukuran lebih besar

Jika Anda tidak yakin tentang ukuran pakaian anak Anda, selalu belilah pakaian yang lebih besar. Kalaupun tidak dipakai sekarang, baju itu kan bisa dipakai nanti.

5. Andalah yang memutuskan

Pada prinsipnya, anak-anak masih dapat mengekspresikan keinginan mereka sendiri ketika membeli pakaian. Tentu saja, pada akhirnya orang tua memutuskan apakah pakaian a atau b boleh dibeli. Beberapa pakaian anak memang tidak fashionable, tapi biasanya sangat praktis. Anda harus memutuskan apa yang bisa dan tidak bisa dibeli oleh anak Anda.

 

Pastikan Anda memilih pakaian anak-anak Anda hanya di penyedia fashion anak pilihan brainlisting.
Sumber: smefit.eu

Cara Memilih Sepatu untuk Bayi yang Belajar Berjalan

Sebelum bayi mulai berjalan, mereka tidak perlu sepatu. Bahkan sepatu pendukung seperti Mary Jane yang bersol keras malah bisa menghalangi anak Anda yang belajar berjalan. Kaus kaki bayi dan sepatu bayi bersol lembut berguna untuk kehangatan. Tapi bayi oke saja belajar berjalan dengan bertelanjang kaki.
Setelah anak Anda mulai melakukan langkah pertamanya, itulah saatnya untuk memberikannya sepatu yang sungguhan. Tidak seperti “sepatu bayi,” yang lebih seperti sandal, sepatu pertama mereka harus memiliki sol fleksibel (seperti karet) dan bagian atas (upper) sepatu yang lebih kuat. Sepatu akan melindungi kaki anak Anda saat berada di luar ruangan atau dimanapun yang mungkin berbahaya, misalnya permukaan yang licin.
Ketika berada di dalam ruangan (dan di luar ruangan pada permukaan yang aman, seperti pasir), alangkah baiknya jika bayi yang sedang belajar jalan dipakaikan sepatu atau kaos kaki bayi. Anak Anda juga bisa berjalan dengan telanjang kaki jika suasananya cukup hangat. Belajar berjalan dengan telanjang kaki akan membantu sang anak membangun kekuatan dan koordinasi di kaki mereka.
Catatan: kaki anak Anda masih berkembang, sehingga tidak akan bisa seperti kaki orang dewasa. Jika anak Anda masih memiliki bantalan lemak bayi di bawah lengkungan, misalnya, anak Anda mungkin akan terlihat memiliki telapak datar (flat foot). Atau dia mungkin memiliki kecenderungan untuk menggerak-gerakkan jari-jari kakinya ketika dia berjalan. Namun, jika Anda merasa ada yang tak beres, segera hubungi dokter agar segala macam masalah kaki bisa ditangani lebih awal.

Tips Memilih Sepatu untuk Bayi

 

1. Pilih bahan yang halus dan memungkinkan sirkulasi udara

Kulit lembut atau kain adalah pilihan terbaik. Hindari sepatu berbahan kulit yang kaku, yang dapat menghambat perkembangan kaki, dan bahan sintetis yang tidak memungkinkan sirkulasi udara.

2. Tekuk bagian telapak kaki

Bagian telapak kaki harusnya fleksibel dan mencekam, tidak halus dan kaku. Sol karet adalah pilihan yang baik.

3. Periksa ukurannya

Mintalah anak Anda mencoba sepatu dan berdiri. Harus ada cukup ruang antara ujung jari kaki terpanjang anak Anda dan bagian depan sepatu. Caranya, Anda bisa menekannya dengan jari telunjuk Anda. Sepatu harus menyediakan cukup ruang gerak tapi juga tidak boleh kebesaran. Karena kaki bayi tumbuh dengan cepat, sangat baik untuk memeriksa setiap bulan untuk memastikan sepatu masih pas di kaki anak Anda.

4. Remas sepatu

Jika sepatu terbuat dari kain yang lembut, cobalah untuk menarik sedikit bahan di atas kaki ketika anak Anda memakainya. Jika Anda tidak bisa, sepatu mungkin terlalu ketat.

5. Belanja di malam hari

Kaki bayi membengkak dan sering lebih besar pada malam hari. Sepatu yang dibeli di pagi hari mungkin akan terasa ketat di malam hari.

6. Carilah titik masalah

Biarkan anak Anda berjalan dengan sepatu itu di dalam ruangan. Kemudian copot sepatu dan lihat apakah ada daerah yang mengalami iritasi pada kaki anak Anda.

7. Buatlah pilihan

Pilihannya adalah tali atau Velcro. Jika menggunakan Velcro, tentu akan mudah mengaitkan sepatu tanpa harus sering mengaitkan tali. Tapi anak harus belajar cara mengikat dan melepas sepatu. Jika Anda ingin membeli sepatu bertali, pastikan talinya cukup panjang untuk diikat menggunakan simpul kupu-kupu dan tak mudah lepas saat digunakan berjalan.

 

 

 

Sumber: www.babycenter.com

6 Cara Membantu Anak Anda Menemukan Fashion Sesuai Selera Mereka

Pada usia dini, anak-anak sudah menemukan gaya yang mereka senangi. Begitu anak mulai menunjukkan tanda-tanda individualitas, mereka akan mulai memiliki preferensi warna, pola dan motif tertentu. Berikut ini adalah tips untuk membantu anak Anda memilih fashion berdasarkan selera mereka.

1. Buat anak Anda yakin dengan kemampuan mereka

Anak yang diijinkan memilih baju sendiri akan mengembangkan rasa percaya diri. Proses fisik untuk memakai baju juga akan membangun keterampilan motorik mereka. Dorong mereka untuk berpakaian sendiri. Dan ketika memilih pakaian, usahakan jangan ikut campur.

2. Bicarakan mengenai seni dalam fashion

Ketika anak lelaki Anda mulai paham mengenai mix-match warna, mulai tunjukkanlah warna dan nilai-nilai yang saling melengkapi. Usahakan untuk menggabungkan pelajaran fashion dengan pembelajaran lainnya. Jika anak Anda belajar simetri dalam pelajaran seni, Anda bisa membahas mengenai keseimbangan dan proporsi dalam berpakaian. Perhatikan bagaimana rok penuh tampak hebat dengan atasan yang pas, tapi kurang menyenangkan dengan sweater besar. Pendidikan awal ini juga bisa mencegah anak Anda terperangkap dalam fashion remaja atau memakai pakaian yang terlalu ketat, misalnya.

3. Tingkatkan fitur dan dorong penghargaan diri

Mengajari anak-anak untuk menonjolkan aset ketika mereka masih muda akan membantu mereka menghargai diri sendiri. Percakapan seputar warna dan motif akan mempermudah pembahasan cara berpakaian yang sesuai proporsi tubuh.

4. Tetapkan batasan

Perjelaslah bahwa ada saat-saat Anda akan menjadi faktor penentu pada apa yang dipakai di luar rumah. Berilah kebebasan pada anak dalam memilih baju selama baju tersebut masih cocok dengan usia dan cuaca. Pada kesempatan tertentu ketika Anda memiliki ide tentang apa yang akan dikenakan anak Anda, cobalah untuk menghadirkan beberapa pilihan. Dan anak Anda-lah yang akan menjadi penentu akhir dari apa yang akan dia pakai.

5. Pelajari mengenai tren fashion terbaru

Pelajari mengenai tren fashion anak-anak di lingkungan Anda. Jika anak Anda belum mengerti mengenai gaya, memahami apa yang sekarang sedang tren membantunya merasa lebih nyaman di lingkungan sosialnya.

6. Carilah inspirasi gaya

Pilihlah beberapa majalah, katalog, atau website dengan model pakaian yang sesuai dengan apa yang Anda setujui dan tunjukkan pada anak Anda. Dari sini, Anda akan tahu mengenai gaya yang cenderung disukai anak Anda.

 

 
Sumber: kidsfashion.about.com

Fashion Anak: Tips Memakai Rok Tutu untuk Anak Perempuan

Rok tutu adalah salah satu pakaian wajib bagi setiap balita dan anak perempuan. Bentuknya yang girly dan imut akan membuat anak Anda tampil memukau. Namun, bagaimana sih tips memakai rok tutu agar tidak monotan dan terlihat ‘itu-itu’ saja? Ayo para ibu wajib baca artikel ini.

1. Buat dandanan yang sedikit funky

Layering atau gaya menumpuk adalah kunci untuk mendapatkan kesan funky tanpa mengurangi sisi kekanakan dari anak Anda. Anda bisa memakaikan legging atau jegging di bawah rok tutu anak Anda. Anda bisa juga memakaikan kaos kaki panjang selutut dengan motif garis atau motif lain yang lucu. Untuk atasan, bisa Anda pilihkan sweater polos warna netral.

2. Pilih kaos yang oke

Kaos sederhana akan terlihat sangat pas sebagai atasan tutu, baik yang memiliki aksen gliter atau yang memiliki gambar lucu seperti unicorn misalnya. Anda bisa mencoba motif kaos yang beraneka ragam, seperti kaos dengan aksen tie-dye.

3. Dandanan rock n roll

Bukan hanya ibu saja yang perlu mix match; anak Anda pun juga agar dandanan tak terlihat boring. Untuk dandanan yang sedikit rock n roll, Anda bisa memasangkan rok tutu anak Anda dengan jaket kulit dan sepatu boots, dengan warna hitam atau biru navy.

4. Tampil elegan

Untuk kesan yang sedikit dewasa (mungkin anak Anda bukan balita lagi), Anda bisa memasangkan tutu dengan atasan yang diberi blazer dan sepatu mary jane atau ballet.

5. Tampilan girly

Nah, ini yang tak boleh terlewat. Tampilan girly harus menjadi prioritas karena anak Anda akan tampil anggun dengan gaya ini. Anda bisa memilihkan atasan yang memiliki hiasan kupu-kupu atau bunga, lengkap dengan aksesoris lain yang girly, seperti bando, gelang, atau kalung.

 

Untuk melihat koleksi fashion anak terbaru dan terlengkap, Anda bisa klik di sini.

 

 

Sumber: coolmompicks.com

Tips Memilih Bahan Baju untuk Anak

Memilih bahan baju untuk anak memang sedikit susah. Apalagi kulit anak memang lebih sensitif daripada kulit orang dewasa. Selain itu, untuk penyesuaian dengan usia anak, kita masih harus banyak mempertimbangkan ini itu karena informasi mengenai fashion anak yang belum terlalu banyak. Jika Anda ingin membeli bahan baju untuk dijahit sendiri, berikut ini adalah panduannya:

1. Pilih jenis kain yang akan Anda beli

Biasanya, setiap kain akan disertai dengan keterangan dari jenis kainnya. Baca dengan teliti karena keterangan ini dimaksudkan untuk memberi informasi bagi Anda. Pilih bahan yang halus seperti katun atau rayon. Tanyalah kepada petugas toko jika Anda tidak menemukan keterangan bahan kain pada baju anak yang akan Anda beli.

2. Perhatikan berat kain

Kain yang berat atau medium tidak pas untuk dibuat sebagai bahan atasan atau dress. Begitu juga kain yang ringan, tidak cocok dipakai untuk bahan celana.

3. Apakah kain tersebut transparan?

Jika transparan, tinggalkan. Jangan pilih yang itu. Anda tentu tak ingin anak Anda tampil dengan dandanan yang kurang sopan kan?

4. Apakah kain ini ditujukan untuk bahan pakaian?

Nah, ini yang paling penting. Tanyakan kepada petugas jika Anda bingung. Anda tentu tak ingin membeli kain yang sebenarnya ditujukan untuk membuat tirai, misalnya.

5. Hindari motif yang terlalu kekanakan untuk anak usia sekolah

Anda mungkin menyukainya. Mereka juga mungkin menyukai motif yang tegas hanya pada awal saja. Namun, nanti setelah itu, mereka tak akan mau memakainya lagi.

6. Sesuaikan model dengan usia anak Anda

Ibu boleh merasa senang mendandani anak-anaknya dengan fashion terbaru. Tapi ingat, bagaimanapun mereka masih anak-anak. Buatkanlah dress yang sesuai usianya, misalnya dengan bagian atas yang memiliki sleeve dan bagian leher yang tertutup. Hal ini berlaku juga untuk anak cowok, meskipun mungkin fashion cowok anak-anak dan dewasa tak terlalu banyak berbeda. Hindari pemakaian aksesoris yang terlalu dewasa seperti rantai, misalnya.

 
Sumber: andreasnotebook.com