Apakah Boleh Berolahraga Saat Cedera?

Setelah sebelumnya dibahas mengenai bagaimana cara berolahraga kembali setelah pulih dari sakit atau cedera berkepanjangan, muncul lagi pertanyaan lain: bolehkan olahraga saat cedera?

Jika Anda seorang yang rajin berolahraga, mungkin hal ini bisa terjadi pada Anda: pagi itu ketika Anda mulai joging dan, Anda merasakan nyeri di lutut atau ketika Anda membungkuk untuk untuk mengambil beban, otot-otot Anda tertarik dan keseleo.

Walaupun kita berusaha menghindari cedera sebaik yang kita bisa lakukan, cedera akan tetap saja mungkin terjadi pada sebagian besar dari kita. Tapi, itu tidak berarti Anda harus istirahat dan berhenti olahraga. Dengan sedikit perencanaan, Anda masih bisa melakukan aktivitas olahraga bersamaan dengan masa penyembuhan cedera.

Hal yang Harus Anda Perhatikan Ketika Memutuskan Olahraga Saat Cedera

1. Bicarakan dengan dokter Anda tentang cara olahraga yang tepat selama Anda cedera

Dokter Anda mungkin mengatakan kepada Anda untuk menghindari cardio yang biasa Anda lakukan atau olahraga kekuatan jika Anda cedera pada lutut atau kaki. Tapi jika Anda olahraga untuk bagian atas, bagaimana? Anda bisa mendiskusikan semua ini dengan dokter Anda. Dokter mungkin akan menyarankan modifikasi olahraga untuk disesuaikan dengan kondisi cedera pada bagian tubuh Anda.

2. Jangan memaksakan olahraga ketika terasa sakit

Banyak dari mereka yang rajin olahraga cenderung berolahraga bahkan ketika tubuh Anda memberitahu Anda untuk berhenti. Bahkan jika Anda mengikuti rencana latihan yang direkomendasikan oleh dokter Anda, jika Anda merasa sakit pada sendi atau di mana pun, berhentilah! Anda mungkin dapat melanjutkan ke latihan yang berbeda yang tidak sakit, atau Anda mungkin harus berhenti sama sekali. Apapun itu, coba dengarkan tubuh Anda. Rasa sakit itu adalah sinyal!

3. Pelajari cara mencegah cedera

Jika Anda cedera, ini adalah waktu yang tepat untuk belajar bagaimana cara menghindari cedera di masa depan. Berikut ini beberapa di antaranya:

– Mempertahankan fleksibilitas dan keseimbangan

Otot ketat dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh yang dapat menyebabkan cedera. Misalnya, jika paha depan (bagian depan kaki) Anda lebih kuat dari paha belakang (punggung kaki), Anda berisiko mencederai atau merusak paha belakang.

– Hindari overtraining

Ketika otot-otot Anda lelah, otot-otot tersebut tidak dapat mendukung dan melindungi ligamen dan tendon, yang dapat menyebabkan cedera. Istirahat dan pemulihan dapat membantu tubuh Anda menyembuhkan diri dan menjaga agar Anda tetap sehat dan bugar.

– Kuatkan seluruh tubuh Anda

Untuk membentengi diri terhadap cedera yang lebih parah, pastikan Anda memasukkan latihan beban rutin dalam rutinitas mingguan Anda. Penguatan seluruh kelompok otot akan mengurangi ketidakseimbangan otot yang dapat menyebabkan otot-otot lain dari tubuh Anda untuk terlampau mengkompensasi kelemahan tersebut.

 

Sumber: exercise.about.com