6 Tips Memulai Olahraga Setelah Sakit atau Cedera

Siapapun yang telah mengalami masa sakit atau cedera berkepanjangan akan memahami apa dampak semua itu terhadap tubuh mereka. Walaupun dokter dan terapis dapat memberitahu Anda untuk berolahraga dalam kapasitas yang dimodifikasi, pada kenyataannya, energi dan kemampuan untuk melakukannya mungkin tidak tersedia setiap saat dalam proses pemulihan.

Selain kehilangan kemampuan metabolisme, cedera dan penyakit juga menyebabkan kehilangan otot dan akhirnya dapat menjadi atrofi otot. Meskipun telah melakukan upaya terbaik mereka, orang-orang yang dalam proses penyembuhan biasanya tidak memiliki kemampuan fisik untuk berpartisipasi dalam olahraga teratur.

Faktor-faktor lain yang akan memiliki dampak signifikan bagi Anda untuk bisa kembali beraktivitas fisik adalah umur, jenis kelamin, lamanya waktu sejak terjadinya penyakit atau cedera, dan tingkat kebugaran fisik sebelum sakit atau cedera.
Berikut ini adalah hal-hal yang harus Anda perhatikan saat Anda akan memulai olahraga setelah sakit atau cedera yang lama.

1. Mulailah dengan perlahan

Berikan waktu kepada tubuh dan otak Anda untuk memulai berkomunikasi lagi. Ketika otot-otot Anda ditugaskan untuk bertindak, bahkan dalam tugas yang relatif sederhana, otak dan otot-otot dan saraf yang diperlukan untuk melaksanakan tugas harus berkomunikasi. Saluran komunikasi ini melemah dari waktu ke waktu, apalagi ketika lama tak digunakan. Kecuali telah terjadi kerusakan saraf, sinyal komunikasi masih bisa diperkuat tetapi proses ini membutuhkan waktu jadi Anda harus sabar. Otak dan tubuh akan mempelajari kembali semuanya.

2. Mulailah dengan jalan kaki

Jalan kaki adalah gerakan tubuh paling alami dari manusia. Berenang juga termasuk gerakan ringan. Mulai beberapa menit saja, dengarkan respon tubuh Anda dan secara bertahap tingkatkan durasinya.

3. Kurangi usaha Anda setidaknya 20% dari apa yang Anda pikir mampu Anda lakukan kemudian perlahan tingkatkan

Gerakan membuat manusia merasa bahagia. Kembali melakukan aktivitas olahraga bisa membuat orang sangat bersemangat. Namun, semangat yang terlalu meluap bisa menyebabkan cedera kembali. Buatlah perkembangan yang mantap dan rasa senang selama proses akan memacu Anda untuk terus maju, terutama di hari-hari Anda merasa tak begitu termotivasi.

4. Pertimbangkan bekerja dengan ahli terapi fisik, kinesiologist, atau spesialis gerakan dengan pemahaman tentang kondisi Anda

Mereka bisa memberitahukan langkah-langkah yang Anda butuhkan untuk kembali ke tingkat kebugaran fisik Anda inginkan. Seorang ahli terapi fisik bisa memberikan dengan evaluasi otot lengkap dan menentukan daerah otot mana yang melemah dan tidak seimbang serta membuat program untuk mengatasi kebutuhan tersebut dan modifikasi berdasarkan progress yang Anda capai.

5. Ingat, rasa sakit adalah rasa sakit

Rasa sakit atau nyeri adalah sinyal tubuh bahwa Anda sudah terlalu jauh atau telah bekerja terlalu banyak. Istirahat dan pemulihan sangatlah penting untuk memperkenalkan kembali latihan dan aktivitas fisik itu sendiri. Berikan waktu kepada tubuh Anda.

6. Selama proses penyembuhan, terus perhatikan memperhatikan nutrisi dan hidrasi tubuh Anda

Beri tubuh Anda makanan terbaik, termasuk banyak sayuran berdaun dan air yang cukup. Penyakit atau cedera berkepanjangan dapat memiliki dampak yang menghancurkan bagi tubuh. Namun, tubuh Anda dirancang untuk mampu pulih. Jaga asupan nutrisi yang Anda berikan pada tubuh Anda.

 
Sumber: www.mindbodygreen.com

Leave a Reply